JAKARTA-- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah telah keluar.
Diketahui, penyebab gangguan pencernaan ratusan siswa SMAN 2 Kudus adalah kontaminasi bakteri Escherichia coli (E-Coli) pada kuah soto dan sambal dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya bakteri E-Coli pada kuah soto dan sambal. Temuan ini menjadi dasar utama kami dalam melakukan evaluasi total dan perbaikan sistem," ujar Nanik di Jakarta, Jumat (6/2).
BACA JUGA:UNICEF Apresiasi Program MBG Pemerintah Indonesia, Dinilai Perkuat Masa Depan Anak Papua
BACA JUGA:Siap-siap! BGN Bakal Tes Dampak Program MBG ke Siswa, Ukur Tinggi Badan Hingga Kepintaran
BACA JUGA:MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan di Banten, Makanan Kering
Selain uji lab, BGN juga menginvestigasi proses pengolahan makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari.
Hasilnya menunjukkan bahwa fasilitas tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan, sanitasi, dan higiene pangan yang telah ditetapkan.
Nanik menegaskan bahwa insiden ini merupakan alarm keras, tidak hanya bagi pelaksana di Kudus, tetapi juga bagi seluruh mitra penyedia makanan di daerah lain.
"Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama. Standar kebersihan dapur dan keamanan pangan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar," tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, BGN akan memperketat pengawasan, memberikan pendampingan teknis secara intensif, serta menegakkan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi seluruh dapur penyedia MBG.
"Kami berkomitmen memastikan program ini berjalan aman dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan anak-anak. Evaluasi dan perbaikan akan terus kami lakukan secara berkelanjutan," pungkas Nanik.



