JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan pernyataan sejumlah tokoh oposisi, termasuk Abraham Samad, yang menyebut reformasi kepolisian hanya dapat terwujud jika Kapolri diganti merupakan pandangan yang salah kaprah.
Habiburokhman mengaku aneh bila banyak pihak berbicara berdasarkan kajian ilmiah soal reformasi kultural dan institusional tetapi solusi yang diajukan justru bersifat pribadi.
BACA JUGA:Kompak! Selain Wakil Ketua, Ketua PN Depok Disebut Kena OTT KPK Dugaan Suap Perkara
BACA JUGA:Hutama Karya Laksanakan Pemeliharaan Rutin di Ruas Tol Pekanbaru-Dumai, Target Rampung Sebelum Lebaran
"Usulan mereka terasa sangat tendensius, subyektif dan bersudut pandang yang sangat sempit," kata Habiburokhman dalam keterangannya, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa reformasi di bidang apa pun tidak bisa disandarkan pada persoalan suka atau tidak suka terhadap individu tertentu.
Terlebih, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut sebagai sosok yang selama ini berada di garda terdepan dalam mempercepat reformasi Polri.
BACA JUGA:Eks Pelatih Futsal Timnas yang Kini Tangani Jepang Akui Kehebatan Indonesia Usai Disingkirkan di Semifinal
BACA JUGA:Gaji Hakim Ad Hoc Naik, Istana Umumkan Perpres Sudah Ditandatangani Prabowo
"Data di Komisi III jelas menunjukkan bahwa sejak memimpin 2021, tingkat represifitas menurun sangat drastis di banding periode-periode sebelumnya," imbuh dia.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra mengatakan Polri juga tercatat sebagai institusi mitra komisi III yang paling responsif terhadap pengaduan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pergantian Kapolri merupakan kewenangan konstitusional Presiden yang tidak seharusnya diintervensi oleh tokoh-tokoh oposisi.
"Boleh saja mereka berbeda kepentingan soal politik, tetapi janganlah memberikan tekanan yang salah kaprah kepada Presiden karena justru bisa melemahkan negara kita," tegasnya.
BACA JUGA:Gus Ipul Bilang RS Wajib Layani Pasien Meski BPJS Nonaktif: Administrasi Belakangan!
Habiburokhman menegaskan bahwa, Presiden Prabowo Subianto dikenal sebagai sosok yang tidak menyukai pembahasan bersifat personal dalam isu-isu institusional.
- 1
- 2
- »





