JAKARTA, DISWAY.ID-- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp197 triliun sepanjang 2025.
Nilai tersebut setara dengan 22% dari total kredit BNI, menandai penguatan peran perseroan dalam mendorong pembiayaan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan risiko jangka panjang.
BACA JUGA:IIMS 2026: Benneli Indonesia Luncurkan Moge Harga Terjangkau, Morbidelli T502X dan Benda LFC 700 Pro
BACA JUGA:Hasil Lab Ungkap E-Coli pada Kuah Soto Jadi Penyebab Gangguan Pencernaan Siswa SMAN 2 Kudus
Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar mengatakan, portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI disalurkan ke berbagai sektor strategis, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan, hingga pengelolaan air dan limbah.
"Capaian ini mencerminkan komitmen BNI dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan," ujar Alexandra dalam keterangan tertulis.
Sepanjang 2025, BNI memperkuat implementasi keberlanjutan melalui tiga Pilar Keberlanjutan yang tertuang dalam ESG Blueprint, yakni Sustainable Finance, Corporate Sustainability, serta Inclusion & Resilience.
BACA JUGA:Transfer Panas MLBB 2026: Kelra Resmi Berseragam ONIC Indonesia
BACA JUGA:Habiburokhman: Desakan Ganti Kapolri sebagai Syarat Reformasi Polri Salah Kaprah
Ketiga pilar tersebut mengintegrasikan kerangka ESG dengan lima pilar keberlanjutan BNI sebagai fondasi penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara menyeluruh di seluruh lini bisnis.
Dari sisi pembiayaan, BNI terus memperluas portofolio berkelanjutan melalui pengembangan skema Sustainability-Linked Loan (SLL) dan green financing.
Skema ini dirancang untuk mendorong peningkatan kinerja ESG debitur sekaligus mendukung upaya penurunan emisi menuju target Net Zero Emission pada 2060.
Komitmen keuangan berkelanjutan BNI juga tercermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 yang memperoleh peringkat idAAA, serta Green Bond Rp5 triliun pada 2022.
Dana hasil penerbitan instrumen tersebut dialokasikan untuk pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial sesuai standar nasional dan internasional.
BACA JUGA:Eks Pelatih Futsal Timnas yang Kini Tangani Jepang Akui Kehebatan Indonesia Usai Disingkirkan di Semifinal
- 1
- 2
- »


/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F02%2F08%2F25ce9cbe-da7c-4770-8933-0a8ebcf368f3_jpg.jpg)
