Amartha Hubungkan Investor dengan Pedagang Perdesaan

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan teknologi finansial Amartha meluncurkan produk investasi berbasis dampak, Amartha Prosper, untuk menyalurkan modal publik ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akar rumput, khususnya perempuan di perdesaan, guna memperluas akses pembiayaan produktif di tengah meningkatnya inklusi keuangan nasional.

Chief Funding Officer Amartha Julie Fauzie mengatakan produk tersebut dirancang mempertemukan investor dengan pelaku usaha yang selama ini terbatas akses permodalannya melalui aplikasi digital Amartha.

“Peluncuran Amartha Prosper merupakan langkah strategis jangka panjang untuk memperluas akses investasi berbasis dampak yang terukur dan bertanggung jawab. Amartha Prosper menjadi alternatif investasi pendapatan tetap yang kredibel dan relevan dengan kebutuhan investor saat ini, sekaligus memperkuat sektor UMKM produktif di Indonesia,” ujarnya dalam peluncuran Amartha Prosper, di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga: Amartha Bicara Soal IPO: Tunggu Tanggal Mainnya!

Produk ini menggunakan skema Amartha Prosper Grassroots Growth Series (GGS), di mana dana investor disalurkan ke UMKM mitra Amartha dengan sebaran sektor usaha dan wilayah yang beragam. Skema tersebut memberikan diversifikasi portofolio dengan tingkat risiko terukur.

Amartha menawarkan potensi imbal hasil hingga 14% dengan empat profil risiko: Balanced-Flex, Balanced, Progressive, dan Dynamic, yang dapat diakses sepenuhnya melalui aplikasi.

Langkah tersebut sejalan dengan tren inklusi keuangan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 80,5% pada 2025, didorong pemanfaatan layanan keuangan digital termasuk fintech yang menjangkau pelaku usaha mikro di berbagai wilayah.

Selama 16 tahun beroperasi, Amartha telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp37 triliun kepada lebih dari 3,7 juta perempuan pelaku UMKM di lebih dari 50 ribu desa. Pembiayaan tersebut turut mendorong terciptanya lebih dari 110.000 lapangan kerja sepanjang 2024.

Baca Juga: Langkah Strategis Kementerian UMKM Dorong UMKM di Batam Naik Kelas

Julie menilai prospek pembiayaan produktif di segmen akar rumput tetap stabil karena berkaitan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat.

“Kalau kita ya, di grassroots kan prospek pembiayaan produktif ini kan untuk kehidupan sehari-hari ya. Jadi artinya mereka berdagang memang untuk makan sehari-hari,” katanya.

Ia menambahkan aktivitas usaha di perdesaan menjadi faktor utama keberlangsungan hidup masyarakat.

“Kalau orang di desa kalau dia tidak dagang, itu ya tidak hidup,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Siap Diperiksa Polisi, Pandji Pragiwaksono: Mandi Gua, Kopi Aman
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Politik kemarin, pelantikan Wamenkeu hingga posisi PDI Perjuangan
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Bukan Rasa Pahit! Pakar Kopi: Dua Rasa Ini Justru Lebih Sehat
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
Kasus Importasi Barang, KPK Duga Pegawai Bea Cukai Siapkan Safe House Simpan Uang dan Emas
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
FSP BUMN Bersatu Dukung Presiden Prabowo Bersihkan Perusahaan Pelat Merah dari Korupsi
• 14 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.