Kawasan PIK 2 Dinilai Bisa Jadi Standar Destinasi Wisata Bebas Sampah di Indonesia

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 di Kabupaten Tangerang, Banten, mendapat sorotan positif dari DPR RI terkait pengelolaan lingkungan dan kebersihan destinasi wisatanya. Area yang berkembang sebagai pusat rekreasi dan gaya hidup ini dinilai berhasil menunjukkan standar tata kelola kawasan wisata yang tertata serta minim persoalan sampah.

Penilaian tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, usai memimpin Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi VII ke kawasan PIK 2 pada Kamis, 5 Februari 2026. Dalam agenda itu, rombongan dewan meninjau langsung sejumlah titik utama di kawasan tersebut untuk melihat implementasi pengelolaan lingkungan di lapangan.

Baca Juga :
Minat Perjalanan ke Luar Negeri Meningkat, Ini Deretan Destinasi Unik di Asia Selatan
Imbas Konflik Manusia dan Gajah, Taman Nasional Way Kambas Ditutup Sementara

Evita menyebut PIK 2 berpotensi dijadikan model destinasi wisata nasional yang mampu keluar dari persoalan klasik, seperti sampah berserakan dan pengelolaan limbah yang tidak optimal. Ia menilai pendekatan yang diterapkan di kawasan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.

Menurut Evita, tata kelola lingkungan di kawasan ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto melalui "Gerakan Indonesia ASRI" (Aman, Sehat, Resik, Indah), yakni gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.

Selama kunjungan, Komisi VII diajak berkeliling ke sejumlah area, antara lain By The Sea Shopping District, Golf Island, dan Pantai Aloha. Dari hasil peninjauan tersebut, Evita mengaku tidak mendapati kondisi lingkungan yang kotor atau dipenuhi sampah seperti yang kerap ditemukan di sejumlah destinasi wisata lain.

"Setelah kami berkeliling tadi, konsep wisata bersih itu sudah dijalankan di sini. Saya juga cukup kaget (surprised), ternyata mereka memiliki prosedur rutin untuk memastikan kebersihan, sehingga kita tidak melihat sampah di mana-mana," ujar Evita.

Selain aspek kebersihan kawasan, perhatian juga diarahkan pada sistem pengelolaan limbah yang diterapkan pengembang. Evita secara khusus mengapresiasi langkah manajemen Agung Sedayu Group (ASG) yang disebut menjalankan pengelolaan limbah secara mandiri melalui sistem waste management terintegrasi.

Salah satu poin yang disorot adalah pemanfaatan kembali air limbah yang telah diolah untuk kebutuhan perawatan kawasan, termasuk penyiraman tanaman. Skema ini dinilai mendukung efisiensi sekaligus mengurangi beban lingkungan.

Baca Juga :
Heboh! Sekolah Tzu Chi di PIK Terbakar Usai Tersambar Petir
Wisata Dekat Jakarta yang Bisa Pulang Pergi Naik Mobil Listrik tanpa Ngecas
Djony Tjondro Beberkan Cerita di Balik Komitmen Astra Genjot Desa Berkelanjutan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ruang Sunyi di Balik Riuh Program Negara: Pelajaran dari Anak SD Bunuh Diri
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
GAC Indonesia Janjikan Beli Mobil di IIMS 2026 Dapat Mobil Lusanya
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Era AI Bukan Menghapus Pekerjaan, Ini Profesi yang Justru Makin Dibutuhkan-Melek Teknologi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kementerian ESDM Siap Lelang 110 Blok Migas pada 2026
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Tangkap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT Terkait Sengketa Lahan dengan Anak Usaha Kemenkeu
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.