Berani Beda, Denny Siregar Jadikan Anak Down Syndrome Pemeran Utama di Film Tanah Runtuh

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Industri film Indonesia kembali kedatangan karya yang menawarkan perspektif tak biasa. Lewat film terbarunya berjudul Tanah Runtuh, Denny Siregar mengambil langkah berani dengan menempatkan anak dengan Down syndrome sebagai tokoh utama—bukan sebagai pelengkap cerita, apalagi objek simpati.

Diproduksi oleh Denny Siregar Production, Tanah Runtuh hadir sebagai drama keluarga yang bergerak dalam nada sunyi dan intim. Film ini menyoroti hubungan persaudaraan dan ikatan keluarga di tengah situasi kehilangan, keterbatasan, serta kondisi hidup yang rapuh. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

Baca Juga :
Lisa BLACKPINK Siap Jadi Ratu Romantis di Netflix, Tak Cuma Main Film tapi Juga Jadi Produser
Wagub Bang Doel Ungkap Asal Muasal Kawasan Kota Tua Jadi Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK

Alih-alih menjadikan disabilitas sebagai sumber konflik, film ini justru menempatkannya sebagai bagian alami dari kehidupan tokohnya.

Kisah berpusat pada dua anak kecil yang menjadi jantung narasi. Perjalanan mereka bukan sekadar fisik, melainkan juga emosional—sebuah upaya bertahan di dunia yang tidak selalu ramah. Dengan dialog yang minimal, film ini mengandalkan kekuatan gestur, suasana, dan relasi antarkarakter untuk menyampaikan emosi.

Film ini merupakan buah kolaborasi Denny Siregar dengan sutradara Rudi Soedjarwo setelah sebelumnya sukses lewat Sayap-Sayap Patah (2022). Namun kali ini, keduanya memilih pendekatan yang jauh lebih personal. Tanah Runtuh tidak menawarkan konflik besar atau dramatika berlebihan, melainkan menghadirkan luka-luka kecil yang sering luput dari perhatian, tetapi membekas dalam kehidupan sehari-hari.

Lingkungan dalam film digambarkan rapuh dan penuh ketidakpastian. Di tengah kondisi tersebut, ikatan emosional antarmanusia menjadi satu-satunya tempat berpijak. Hubungan dua tokoh anak dibangun melalui ketergantungan yang saling menguatkan, menghadirkan potret persaudaraan yang hangat sekaligus jujur.

Lewat Tanah Runtuh, Denny Siregar ingin membuka ruang diskusi tentang penerimaan dan empati. Film ini menolak narasi bahwa anak dengan Down syndrome adalah beban, dan sebaliknya menampilkan mereka sebagai individu yang utuh, kuat, dan relevan dalam cerita.

Dengan atmosfer yang lirih dan narasi yang membumi, Tanah Runtuh diproyeksikan menjadi film reflektif yang meninggalkan kesan emosional mendalam. Sebuah karya yang sederhana dalam penyajian, namun berani dalam gagasan—dan berpotensi memperluas cara pandang penonton tentang keluarga, cinta, dan ketahanan manusia.

Baca Juga :
Sinopsis Ahlan Singapore, Perjuangan Cinta dan Masa Lalu Rebecca Klopper di Negeri Singa
Ada 60 Pedagang di Kota Tua Terdampak Tak Bisa Jualan Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK, Bakal Dapat Kompensasi
Film Sunda Emperor Tayang 2026, Angkat Cerita Raja Sunda dengan Cara Tak Biasa

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bisnis Emas BSI Capai Rp 22,9 Triliun pada 2025, Penjualan Bullion 2,2 Ton
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Langka! Api Abadi Mrapen di Grobogan Padam, Apa Sebabnya?
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Pramono Anung Minta Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Dipercepat: Lima Tiang Sehari!
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Ibu Hamil di Bengkulu Tewas Diduga Dibunuh, Ada Luka Gorok di Leher
• 6 jam laludetik.com
thumb
Antusiasme Tinggi, 8 Kepala Daerah Siap Bangun Sekolah Rakyat
• 22 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.