jpnn.com, JAKARTA - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebutkan kemenangan partainya pada pileg didasarkan oleh kerja kolektif dan gotong royong seluruh anggota partai.
Dia berkata demikian demi menjawab pertanyaan soal ucapan politikus PSI yang menyebut kemenangan PDIP pada pileg sebagai kontribusi Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi).
BACA JUGA: Partai Gerindra Berulang Tahun Ke-18, Megawati Minta Hasto Kirimkan Bunga Ucapan Selamat
"Kekuatan kami sebenarnya terletak kepada dukungan kolektif, kerja kolektif gotong royong dari anggota yang mendapatkan dukungan dari rakyat," kata Hasto di kompleks GBK, Jakarta, Jumat (6/2).
Alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) itu mengatakan PDIP pada Pemilu 2024 tetap dipercaya rakyat menang kontestasi ketika terjadi pengkhianatan dan pengepungan politik.
BACA JUGA: Hasto Pimpin Konsolidasi PDIP Kaltim, Bahas Politik Ekologi hingga Daya Beli
"Kan, Pemilu 2024 menguji kami. Begitu banyak pengkhianatan, kami ditinggal, PDIP dikepung, itu, kan, PDIP tetap dipercaya rakyat," lanjut Hasto.
Pria kelahiran Yogyakarta itu mengatakan PDIP bahkan mengalami peningkatan kursi di DPRD Tingkat II meski menghadapi tekanan memakai instrumen hukum.
BACA JUGA: Hasto Kristiyanto: Parliamentary Threshold Tetap Diperlukan untuk Konsolidasi Demokrasi
"Fenomena hadirnya parcok (partai cokelat, red) dalam seluruh aspek pemilu itu menunjukkan PDI punya daya tahan," kata dia.
Sebelumnya, Wasekjen PSI Andi Saiful Haq mengatakan kemenangan PDIP dalam Pileg, tak pernah diakui sebagai hasil kontribusi Presiden ketujuh RI Jokowi.
Andi mengatakan Jokowi menjadi tokoh yang hampir menorehkan semua prestasi politik dan tinggal satu yang belum diraih.
“Kemenangan PDIP di Pileg, tak akan pernah diakui sebagai kontribusi Jokowi. Meski, survei-survei menyatakan berbeda,” ujarnya. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Terungkap yang Melaporkan Sudewo kepada KPK
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan




