jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut parpolnya menghormati sikap PAN dan PKB yang menyatakan akan mendukung Presiden RI Prabowo Subianto untuk dua periode.
Dia berkata demikian saat ditanya wartawan setelah menghadiri acara peluncuran jersei Soekarno Run di kompleks GBK, Jakarta, Jumat (6/2).
BACA JUGA: Ini Lokasi di Jakarta yang Dilarang Dipasangi Bendera Parpol
"Setiap partai memiliki kedaulatan dan strategi di dalam menyampaikan sikap-sikap politiknya," kata Hasto, Jumat.
Alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) itu menyebut setiap partai punya kedaulatan untuk menyatakan dukungan ke sosok tertentu.
BACA JUGA: Gandeng Aktivis Muda, PDIP Meluncurkan Jersei dan Medali Soekarno Run 2026
"PDIP tidak mencampuri, ya, rumah tangga setiap partai politik dan itu semua dihormati oleh PDIP, karena mereka di dalam menentukan sikap tentu saja melalui suatu kalkulasi, pertimbangan, dan juga kepentingan bangsa dan negara," ujar Hasto.
PDIP, kata pria kelahiran Yogyakarta itu, berharap kesejahteraan dan keadilan rakyat bisa terwujud ketika muncul dukungan partai-partai bagi Prabowo menjabat dua periode.
BACA JUGA: 11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Ribka PDIP Bersuara Keras, Silakan Disimak
"Mencapai kemajuan pertumbuhan ekonomi, membangun kedaulatan di bidang pangan dan seluruh cita-cita yang mulia untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa dan negara," kata Hasto.
Awak media kemudian bertanya soal sikap PDIP untuk menyambut Piplres 2029, karena partai berkelir merah belum menentukan jagoan.
Hasto menjawab itu dengan menyinggung soal prioritas kerja PDIP saat ini melaksanakan konsolidasi dan turun ke rakyat.
"Bagi PDIP skala prioritas saat ini bagi kami adalah melakukan konsolidasi dan menginstruksikan seluruh kader partai, anggota partai untuk turun ke bawah membantu rakyat," kata dia.
Menurutnya, langkah turun ke rakyat menjadi penting jika melihat beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak banjir serta longsor.
"Itu yang menjadi skala prioritas PDI Perjuangan termasuk memastikan agar fungsi-fungsi dasar negara dapat dijalankan dengan baik, pendidikan, kesehatan, harapan hidup lebih baik, pekerjaan yang layak," ungkap dia.
Hasto kemudian menyinggung tragedi anak SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bunuh diri karena diduga dipicu ketidakmampuan keluarga memenuhi permintaan korban membeli buku dan alat tulis.
Dia mengatakan kerja untuk rakyat menjadi lebih penting dibanding membahas politik agar kasus di NTT tidak terulang.
"Apa yang terjadi di NTT menunjukkan suatu tamparan kemanusiaan yang paling dalam bahwa fungsi dasar negara di bidang pendidikan misalnya itu belum merata, belum dapat dijalankan," ujarnya. (ast/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Legislator PDIP: Bunuh Diri Anak SD di Ngada Tamparan Keras bagi Negara
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan


