Nyaris tiga bulan pascabencana, kerusakan infrastruktur di wilayah pesisir Aceh Utara belum sepenuhnya tertangani. Di Desa Lancang Barat, akses jalan aspal terputus sepanjang 150 meter. Banjir juga menghancurkan tiga jembatan desa hancur.
Endapan lumpur yang menimbun rumah warga juga belum sepenuhnya bersih. Di Pidie Jaya, sejumlah warga belum mendapat kepastian untuk kembali menempati rumahnya.
Di Gampong Lunas Sharaya, misalnya. Tanpa alat berat, warga mandiri berjibaku menyingkirkan lumpur setebal hampir 2 meter secara manual agar rumah dapat kembali dihuni. Prosesnya sangat lambat karena tidak ada biaya untuk membayar pekerja.
Baca Juga :
Puluhan keluarga di Desa Blang Naleng Memeh, Kota Lhokseumawe, masih mengungsi di tenda darurat dengan logistik yang menipis. Mereka berharap pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara.
Sebagian besar pengungsi merupakan korban yang rumahnya hancur terbawa arus. Kini, mereka kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. Lansia serta anak-anak mulai terserang batuk, demam, dan penyakit akibat debu halus. Simak laporan selengkapnya dalam video di atas.


