Gajah sumatera ditemukan tewas di areal konsesi PT RAPP di Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Senin (2/2) lalu.
"Gajah ditemukan mati dengan bagian kepala sudah terpotong dan dalam posisi duduk," kata Kapolres Pelalawan AKBP John Luois, dilansir detik.com.
Penemuan bangkai gajah tersebut berawal ketika seorang saksi bernama Winarno mencium aroma busuk yang berasal dari dalam hutan. Setelah mencari sumber bau tersebut, ia menemukan bangkai gajah tanpa kepala dan segera melaporkannya kepada petugas keamanan perusahaan.
Pihak kepolisian, yang dipimpin oleh Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, segera menanggapi laporan ini dengan mengirim tim yang terdiri dari berbagai instansi, termasuk Bidang Laboratorium Forensik Polda Riau, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polisi Kehutanan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, dan pihak PT RAPP.
Kini, proses penyelidikan sudah dimulai untuk mencari tahu penyebab kematian gajah tersebut. Satu per satu fakta penemuan gajah tewas tanpa kepala ini pun mulai terungkap, simak penjelasannya berikut ini.
Detail Kondisi Gajah dan LokasiBangkai gajah tersebut ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan, dengan kepala terpotong dan posisinya duduk. Area tempat penemuan bangkai gajah berada di hutan konsesi perusahaan kertas, di mana keberadaan satwa liar sering kali terancam oleh aktivitas manusia. Tim gabungan segera melakukan pemeriksaan di lokasi, mengumpulkan barang bukti dan mengambil sampel tanah untuk dianalisis lebih lanjut.
Kondisi fisik gajah yang ditemukan ini menunjukkan adanya kekerasan, dan tindakan tersebut dikhawatirkan merupakan bagian dari konflik antara manusia dan satwa liar.
Menurut Dokter Hewan BBKSDA Riau drh Rini Deswita, berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, gajah tersebut ditembak pada bagian dahi.
"Gajah ditembak di bagian dahi. Proyektil masih berada di tengkorak, dan tengkorak masih menyatu dengan leher," ujar Rini dilansir dari Antara.
Diketahui, bagian depan kepala, termasuk dahi, mata, hidung, dan gading hilang karena dipotong menggunakan senjata tajam. Belalai juga ditemukan dalam kondisi terpisah.
Pelaku penembakan diduga memotong setengah bagian kepala untuk mengambil gading yang panjangnya lebih dari satu meter.
Polisi Temukan Proyektil PeluruTerdapat dugaan kuat bahwa kematian gajah sumatera ini tidak wajar dan bisa merupakan hasil dari tindakan sengaja. Proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian masih berlangsung, termasuk cek lokasi kejadian dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada. Tim Labfor Polda Riau juga dilibatkan untuk menganalisis sampel yang diambil dari lokasi kejadian.
Dalam investigasi yang dilakukan, pihak kepolisian menemukan selongsong proyektil di lokasi gajah ditemukan. Penemuan ini menjadi titik penting dalam penyelidikan, karena dapat menunjukkan bahwa kematian gajah mungkin disebabkan oleh penembakan.
Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Riau AKBP Ungkap Siahaan menjelaskan pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di daerah tersebut bersama tim dari Kepolisian Resor Pelalawan dan Badan Konservasi Sumberjo Daya Alam Riau.
"Dari hasil TKP yang kami lakukan, kami menemukan dua potongan logam yang diduga sebagai proyektil atau anak peluru senjata api," ujarnya.
Potongan logam pertama memiliki diameter 12,30 milimeter dengan panjang 16,30 milimeter. Sementara satu serpihan lainnya berukuran panjang kurang lebih 6,94 milimeter.
Kemenhut Akan Menindak Tegas PelakuKementerian Kehutanan mengambil sikap tegas terhadap penemuan gajah mati tersebut. Mereka menyatakan bahwa semua pihak perlu untuk lebih serius dalam melindungi satwa liar, dan tindakan kejam seperti ini harus segera dihentikan.
"Kematian gajah ini merupakan peristiwa yang sangat serius. Hilangnya bagian kepala menunjukkan indikasi kuat adanya perburuan liar," kata Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono dalam keterangannya, Jumat (6/2).
Pemerintah tidak akan menoleransi kejahatan terhadap satwa dilindungi. Oleh karena itu, BBKSDA Riau bersama kepolisian bakal memburu pelaku yang terlibat.
"Kami bersama Polda Riau akan mengusust kasus ini secara menyeluruh dan menindak tegas siapa pun yang terlibat. Kejahatan terhadap gajah adalah kejahatan terhadap negara dan masa depan keanekaragaman hayati Indonesia,” jelas Supartono.
Kemenhut mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap konservasi satwa serta melaporkan segala tindakan mencurigakan kepada pihak berwajib.


