Perubahan Signifikan Gaya Hidup di Daerah Dorong Tren Layanan Keuangan Digital Lebih Adaptif

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Perubahan ini turut mendorong kebutuhan layanan keuangan yang lebih adaptif di daerah.

Perubahan Signifikan Gaya Hidup di Daerah Dorong Tren Layanan Keuangan Digital Lebih Adaptif. (Foto Nasywa Salsabila)

IDXChannel - Perubahan gaya hidup masyarakat mendorong tren baru dalam layanan keuangan, di mana kemudahan, kecepatan, dan pengalaman transaksi yang seamless menjadi kebutuhan utama. Konsumen kini tidak lagi berfokus pada fungsi dasar perbankan, melainkan pada pengalaman bertransaksi yang terintegrasi dengan aktivitas digital sehari-hari.

Perilaku konsumen menunjukkan pergeseran signifikan, dari belanja konvensional ke belanja daring, penggunaan layanan perjalanan dan online travel agent (OTA), hingga transaksi berlangganan seperti musik, video, dan gim. Tren ini tidak hanya terjadi pada generasi muda, tetapi juga mulai diadopsi oleh generasi yang lebih senior, seiring meningkatnya adopsi teknologi.

Baca Juga:
MNC Life Dukung Transformasi Keuangan Digital di Mandiri BFN Fest 2025

“Perilaku konsumen terus berkembang. Saat ini, experience menjadi sama pentingnya dengan fungsi, dan konsumen menginginkan semua proses transaksi yang ringkas, sederhana, dan seamless,” ujar Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Riset perilaku konsumen menunjukkan penggunaan pembayaran digital semakin dominan pada kategori hiburan, gaya hidup, dan mobilitas, termasuk musik, game, olahraga, wellness, dan fashion. Selain itu, insentif seperti rewards, pengalaman berbeda, dan kemudahan pembayaran menjadi faktor penting dalam keputusan bertransaksi.

Baca Juga:
Pemerintah Bidik Mesin Ekonomi Baru di 2026, Transisi Energi hingga Keuangan Digital

Perubahan ini turut mendorong kebutuhan layanan keuangan yang lebih adaptif di daerah. Konsumen menginginkan kemudahan untuk bertransaksi lintas kanal mulai dari e-commerce, perjalanan dinas atau wisata, hingga transaksi lintas negara tanpa hambatan.

Baca Juga:
OJK Terbitkan Whitelist Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD)

Kondisi tersebut menuntut penguatan kolaborasi antara perbankan, teknologi, dan ekosistem pendukung agar layanan tetap relevan.

“Di era digital, pemahaman terhadap lifestyle konsumen menjadi kunci agar layanan keuangan bisa terus relevan dan mendorong inklusi keuangan secara lebih luas,” kata Vira.

Baca Juga:
OJK dan Bappebti Akhiri Masa Transisi Peralihan Pengaturan Aset Keuangan Digital

Penulis: Nasywa Salsabila

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Klub MLS resmi rekrut mantan pemain Real Madrid James Rodriguez
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Pengakuan Menkeu Purbaya Susah Tidur: Saya akan Digebukin DPR...
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Airlangga Dorong Ekspor dan Perluasan QRIS ke Negara APEC
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Viral 2 Maling di Medan Minta Keadilan, Tak Terima Dianiaya Korban Pencurian
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Jelaskan Materi Komedinya, Pandji Pragiwaksono Dicecar 63 Pertanyaan
• 18 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.