Menko Yusril Luncurkan Delapan Buku Rekam Jejak 70 Tahun, Bisa Diunduh Gratis

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meluncurkan delapan buku yang merekam perjalanan hidup dan pengabdiannya selama 70 tahun dalam sebuah acara di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Yusril menjelaskan, delapan buku tersebut memuat jejak perjalanan hidupnya sejak aktif sebagai mahasiswa dan terlibat dalam gerakan sosial-politik pada usia sekitar 20 tahun hingga kiprahnya saat ini.

“Buku ini memang bersifat jejak perjalanan sepanjang 70 tahun kehidupan saya, dan setengah abad itu kira-kira mulai umur 20 tahun ketika saya aktif sebagai mahasiswa dan mulai terlibat dalam pergerakan-pergerakan sosial dan politik pada waktu itu sampai dengan saat sekarang ini," kata Yusril dalam konferensi pers sebelum acara peluncuran, di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Wapres Gibran Hadiri Peluncuran Buku 70 Tahun Yusril Ihza Mahendra

Ia mengaku bersyukur dapat mencapai usia 70 tahun dan masih diberi kesehatan untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara.

Berbeda dengan buku yang ditulisnya sendiri saat berusia 60 tahun, kali ini Yusril tidak terlibat langsung sebagai penulis.

Delapan buku tersebut disusun oleh sejumlah sahabat dan kolega, lengkap dengan testimoni dari berbagai pihak.

“Delapan buku ini ditulis oleh teman-teman, oleh banyak orang. Saya sendiri tidak menulis kali ini," ujarnya.

Baca juga: Yusril: Mayoritas Anggota Komite Reformasi Ingin Polri Tetap di Bawah Presiden

Yusril menegaskan, buku-buku tersebut tidak hanya memuat kisah pribadinya, tetapi juga menjadi catatan perjalanan sejarah yang berkaitan dengan perkembangan masyarakat, bangsa, dan negara.

Sebanyak 1.000 eksemplar dicetak untuk setiap judul buku.

Yusril menyebut proses pencetakan rampung tepat waktu, meski masing-masing buku memiliki ketebalan hingga sekitar 900 halaman.

“Satu hal yang luar biasa dan bukunya sangat tebal seperti ini, 900 halaman. Ada beberapa jilid yang lain. Luar biasa tebalnya," kata dia.

Baca juga: Yusril soal Aparat Tuduh Pedagang Es Gabus: Tentu akan Diambil Tindakan

Ia juga menyampaikan bahwa buku-buku tersebut akan dibagikan secara gratis kepada para tamu undangan.

Sementara bagi pihak yang tidak sempat hadir, buku akan dikirimkan ke alamat masing-masing.

Selain versi cetak, delapan buku rekam jejak tersebut juga tersedia dalam format digital atau e-book yang dapat diunduh melalui situs resmi.

Baca juga: Yusril Sebut Pencabutan WNI Diputus Lewat Kepmen, Tak Bisa Otomatis

Yusril menegaskan bahwa buku-buku tersebut tidak diperjualbelikan dan dibebaskan dari hak cipta.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Kami sudah mengikhlaskan buku-buku ini sebagai amal jariah bagi kepentingan masyarakat, jadi memang tidak diperjualbelikan. Tapi siapa yang mau mengunduh, silakan saja, jadi tidak ada persoalan hak cipta (copyright)," terang Yusril.

Yusril berharap, dengan dibukanya akses luas terhadap buku tersebut, gagasan dan pemikiran yang tertuang di dalamnya dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Bertolak ke Jatim, Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU
• 1 jam laluokezone.com
thumb
KPK Sebut Wakil Kepala PN Depok juga Terima Gratifikasi Rp 2,5 Miliar
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Profil Singkat Andi Patihroi, Camat Tamalanrea yang Baru Dilantik Oleh Wali Kota Makassar
• 23 jam laluterkini.id
thumb
Gandeng Perusahaan Tiongkok, Imperial Pictures Integrasikan Teknologi Global ke Film Nasional
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Perjalanan Prof. Niken Jadi Ahli Telur di IPB Sejak 1981, Bermula dari Skripsi
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.