FAJAR, RIYADH – Megabintang Cristiano Ronaldo bikin ulah. CR7 dilaporkan telah absen dalam dua laga beruntun bersama Al Nassr, karena mogok main.
Ketidakhadiran pemain berusia 41 tahun tersebut memicu spekulasi panas. Ini akibat perselisihan yang kian meruncing dengan pihak otoritas liga. Apa sebenarnya yang terjadi?
Teranyar, Ronaldo tidak tampak dalam skuad saat Al Nassr membekuk Al Ittihad 2-0 pada Sabtu (7/2/2026). Sebelumnya, CR7 juga melewatkan laga kontra Al Riyadh pada Senin (2/2) yang berakhir dengan kemenangan tipis 1-0.
Meski Al Nassr tetap meraih poin penuh lewat performa apik Sadio Mane, absennya sang kapten meninggalkan lubang besar dalam narasi tim.
Faktor Bursa Transfer?
Ketidakhadiran Ronaldo disebut-sebut bukan karena cedera, melainkan bentuk protes keras terhadap kebijakan Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) yang mengelola klub-klub besar di negara tersebut.
“Ronaldo berencana untuk memboikot pertandingan Jumat (melawan Al Ittihad) setelah tidak menerima jaminan bahwa Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) akan melakukan perubahan terkait manajemen klub Liga Pro Saudi tersebut,” tulis laporan dari ESPN.
Ronaldo ditengarai merasa tidak puas dengan dukungan PIF terhadap Al Nassr pada bursa transfer Januari ini. Kecemburuan muncul saat rival mereka, Al Hilal, sukses mendaratkan Karim Benzema dari Al Ittihad, sementara Al Nassr dianggap kurang agresif dalam memperkuat kedalaman skuad.
Teguran Keras Liga Pro Saudi
Menanggapi gejolak ini, pihak Liga Pro Saudi tidak tinggal diam. Pada Kamis (5/2), otoritas liga merilis pernyataan resmi yang bersifat peringatan bahwa tidak ada satu pun individu, termasuk Ronaldo, yang boleh mengintervensi keputusan strategis di luar wewenang timnya.
“Liga Pro Saudi disusun berdasarkan prinsip sederhana: Setiap klub beroperasi secara independen di bawah aturan yang sama. Klub juga memiliki dewan direksi sendiri, eksekutif sendiri, dan kepemimpinan sepak bola sendiri,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Pihak liga menegaskan bahwa strategi perekrutan dan pengeluaran adalah otonomi penuh klub dalam koridor finansial yang sudah ditetapkan. Mereka juga memberikan sindiran halus terkait tuntutan Ronaldo.
“Ia (Ronaldo) ingin menang seperti pesaing elite lain. Namun, tak ada individu yang menentukan keputusan di luar klub mereka sendiri. Aktivitas transfer terbaru tunjukkan kemandirian itu,” tambah pernyataan tersebut.
Apa yang terjadi pada Ronaldo mencerminkan tekanan besar yang dialami sang pemain di usia senjanya. Sebagai pemain dengan mental juara, Ronaldo menginginkan ekosistem yang setara dengan Al Hilal agar bisa terus bersaing memperebutkan gelar.
Namun, di sisi lain, otoritas liga ingin menjaga citra bahwa Liga Pro Saudi adalah kompetisi yang kredibel secara sistem, bukan liga yang bisa disetir oleh satu pemain bintang.
PIF secara tegas menutup peringatan mereka dengan menekankan bahwa daya saing liga saat ini sedang di titik terbaiknya, di mana jarak poin antartim papan atas sangat tipis.
“Fokus tetap di lapangan, menjaga kompetisi kredibel dan kompetitif untuk pemain serta penggemar,” pungkas peringatan tersebut. (*)

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F06%2Fa5cc92bfdd163244e653d999740f0c3c-20260206RAM_Pandji_Pragiwaksono.jpeg)
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2022%2F08%2F29%2F6822fbfe-f28d-45a8-a66b-06e32a788dc2.jpeg)

