Danantara Targetkan Proyek Listrik Smelter Mempawah Rampung pada 2028

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Investasi Danantara menetapkan target penyelesaian pembangunan infrastruktur energi untuk mendukung hilirisasi bauksit-alumina-aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, dalam kurun waktu dua tahun.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa percepatan ini sangat krusial mengingat pasokan listrik harus sudah siap sebelum proyek strategis tersebut beroperasi penuh.

“Kita harapkan ini akan selesai dalam jangka waktu dua tahun (2028),” ujar Dony dalam Ground Breaking 6 Proyek Hilirisasi Fase 1 di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga: Danantara Undang Swasta Biayai 6 Proyek Hilirisasi Senilai Rp110 Triliun

Ia menambahkan bahwa target ini sejalan dengan jadwal operasional New Smelter Aluminium pada 2028 dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 pada 2029, yang memiliki total nilai investasi mencapai Rp104,55 triliun.

Untuk menjamin efisiensi biaya, Danantara memutuskan kebutuhan listrik proyek yang dijalankan oleh Inalum dan Antam ini akan dipasok oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

“Untuk (kebutuhan listrik) proyek ini nantinya akan dibangun oleh PTBA. Karena sumber energinya berasal dari batu bara, hal ini akan menekan biaya operasional sehingga output-nya bisa kompetitif,” jelas Dony.

Langkah ini juga menjadi solusi atas diskusi pemenuhan energi listrik yang sempat mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI pada September 2025 lalu.

Danantara mengambil peran kunci dalam memecahkan masalah ini dengan mengajukan Wilayah Usaha (Wilus) mandiri, yang berarti pengelolaan energi berada di luar Wilus PT PLN (Persero). Dony menekankan bahwa faktor utama dalam keberhasilan proyek ini adalah harga listrik yang terjangkau.

“Salah satu faktor kunci keberhasilan (key success factor) dalam smelter aluminium adalah harga listrik. Oleh karena itu, kami mengajukan Wilus sendiri untuk proyek ini,” tegasnya.

Terkait spesifikasi kebutuhan, Head of Business Development and Strategy Group Inalum, Al Jufri, menyatakan untuk proyek New Smelter Aluminium saja kebutuhan dayanya sebesar 1,2 Gigawatt (GW) dengan target harga yang sangat kompetitif di level US$4–5 sen per kWh.

Ia menyebutkan bahwa pasokan listrik harus sudah masuk pada kuartal IV-2028. Mengenai pemilihan energi, Al Jufri menjelaskan memang tidak terlalu fokus dengan sumber, namun pihaknya lebih melihat dari sisi harga.

“Kita bebaskan saja. Nanti siapa yang menang, itu yang kita ambil. Angka incarannya US$5 sen per kWh tadi itu.”

Secara teknis, Inalum telah menyiapkan lahan seluas 100 hektare di wilayah pesisir Kijing untuk memastikan efisiensi logistik.

Baca Juga: MIND ID Resmikan Smelter Mempawah, Targetkan Devisa Rp52 Triliun

“Kami sudah melakukan pemetaan, ada daerah pantai di dekat Kijing sekitar 100 hektare dekat pelabuhan. Harapannya, kapal pengangkut batu bara bisa bersandar dengan mudah. Paling hanya perlu menarik garis transmisi ke smelter sekitar 5 kilometer, sudah selesai,” lanjut Al Jufri.

Di disisi lain, Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menyatakan dukungannya terhadap sinergi antar-Grup MIND ID ini. Ia menegaskan bahwa penyediaan energi yang andal dan efisien akan memperkuat daya saing industri aluminium nasional.

“PTBA berkomitmen mendukung program strategis hilirisasi nasional melalui penyediaan energi yang andal, efisien, dan berdaya saing. Dukungan energi bagi pengolahan dan pemurnian alumina-aluminium terpadu di Mempawah menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam memperkuat rantai pasok industri dan ketahanan energi nasional,” pungkas Arsal.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
LMKN: Platform Digital Wajib Bayar Royalti Musik, Kreator Konten Tidak Dibebani
• 9 jam lalumatamata.com
thumb
Gerindra Belum Bahas Parliamentary Threshold, Dasco: Kami Baru Lakukan Simulasi Internal
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Suap Bea Cukai: John Field Pemilik Blueray Cargo Menyerahkan Diri
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
[FULL] Peneliti Pukat UGM Bicara soal Tren Emas Jadi Alat Suap, Apa Modusnya?
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.