Proyek Hilirisasi Bauksit di Mempawah Bisa Bikin RI Hemat Devisa Rp52 Triliun per Tahun

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Proyek hilirisasi bauksit–alumina–aluminium di Mempawah dinilai bisa meningkatkan cadangan devisa negara.

Proyek Hilirisasi Bauksit di Mempawah Bisa Bikin RI Hemat Devisa Rp52 Triliun per Tahun. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Proyek hilirisasi bauksit–alumina–aluminium atau Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II di Mempawah, Kalimantan Barat yang dibangun MIND ID bersama anggotanya yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM), dinilai bisa meningkatkan cadangan devisa negara.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyatakan, kehadiran fasilitas ini akan memperkuat kemampuan produksi aluminium nasional dan secara signifikan mengurangi ketergantungan terhadap impor aluminium. 

Baca Juga:
Antam (ANTM) Mulai Injeksi Bauksit Perdana pada Proyek Smelter SGAR Mempawah

Menurutnya, ketika smelter aluminium baru beroperasi penuh, cadangan devisa diperkirakan meningkat hingga 394 persen, dari sekitar Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun.

"Proyek ini merupakan kontribusi nyata Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, serta memperkuat kedaulatan negara di sektor mineral untuk masa depan Indonesia," ujarnya dalam acara Groundbreaking Fase Pertama Enam Proyek Hilirisasi, Jumat (6/2/2026) malam.

Baca Juga:
PTBA Pasok Energi Andal dan Berkelanjutan dalam Ekosistem Hilirisasi Bauksit

Selain menekan impor, kata dia, proyek ini juga menciptakan lonjakan nilai tambah yang signifikan. Dari harga bauksit mentah sekitar USD40 per metrik ton, nilai produk meningkat menjadi sekitar USD400 per metrik ton setelah diolah menjadi alumina.

Baca Juga:
Danantara Groundbreaking Enam Proyek Hilirisasi Senilai Rp118 Triliun

Bahkan, melonjak hingga USD2.800–3.000 per metrik ton ketika diproses menjadi aluminium. Secara keseluruhan, MIND ID mencatat peningkatan nilai tambah hingga 70 kali lipat melalui rantai hilirisasi ini. 

Proyek hilirisasi MIND ID ini juga menjadi bagian dari implementasi agenda transformasi ekonomi nasional yang menekankan penguatan sektor riil, pembangunan industri berdaya saing, serta pengurangan ketergantungan impor secara bertahap. 

Kehadiran fasilitas pengolahan terintegrasi di Mempawah diharapkan memberikan kepastian pasokan bahan baku bagi industri manufaktur nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Fasilitas yang diresmikan mencakup smelter aluminium baru berkapasitas 600.000 metrik ton per tahun serta Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II dengan kapasitas 1 juta metrik ton alumina per tahun. Proyek ini dirancang untuk memperkuat ketahanan mineral nasional sekaligus menjamin pasokan bahan baku bagi industri manufaktur dalam negeri.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Zulhas soal Prabowo Dua Periode: 5 Tahun Tak Cukup Realisasi Program
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Kronologi Sengketa Lahan yang Jadi Skandal Suap Pimpinan PN Depok, Minta Uang Rp 850 Juta
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Pemkot Jakarta Barat Terapkan Lubang Resapan Biopori untuk Kurangi Sampah
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Novel Bamukmin Tuntut Permohonan Maaf Pandji Pragiwaksono soal Mens Rea | BOLA LIAR
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Imlek dan Ramadan, Pramono Siapkan Insentif Pajak untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Jakarta
• 10 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.