Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Komoditas permata mendominasi pasar Eropa Barat dengan total ekspor nonmigas mencapai US$269,84 miliar sepanjang 2025.
Sektor perhiasan Indonesia mencatatkan performa luar biasa di pasar internasional.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Kementerian Perdagangan, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Swiss melonjak drastis hingga 225 persen sepanjang tahun 2025.
Foto: IlustrasiLonjakan signifikan ini menempatkan Swiss sebagai salah satu mitra dagang dengan pertumbuhan tertinggi bagi Indonesia, melampaui pertumbuhan ekspor ke negara-negara tetangga seperti Singapura dan Thailand.
Dominasi komoditas bernilai tinggi, khususnya perhiasan dan permata, menjadi motor utama di balik angka pertumbuhan yang impresif tersebut.
Dominasi Mutlak Logam Mulia
Dalam keterangannya di Jakarta, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa struktur perdagangan Indonesia ke Swiss saat ini terkonsentrasi hampir sepenuhnya pada sektor perhiasan. Data menunjukkan bahwa komoditas ini kini memegang peranan krusial dalam neraca perdagangan kedua negara.
"Jadi, didominasi oleh perhiasan atau permata," ujar Budi Santoso dalam konferensi pers yang digelar di Auditorium Kemendag, dikutip Sabtu 7 Februari 2026.
Secara statistik, pergeseran minat pasar di Swiss terlihat sangat kontras.
Jika pada tahun 2024 pangsa pasar perhiasan dan permata (HS 71) berada di angka 96,23 persen, maka pada tahun 2025 angka tersebut menguat hingga mencapai 98,73 persen.
Hal ini secara otomatis menggerus proporsi komoditas lain seperti mesin listrik, kendaraan, dan produk alas kaki di pasar Swiss.
Pertumbuhan Global yang Solid
Fenomena di Swiss ini merupakan bagian dari tren positif ekspor nonmigas Indonesia secara global.
Meski Swiss memimpin dalam persentase pertumbuhan, kawasan lain juga menunjukkan performa yang stabil. Asia Tengah mencatatkan pertumbuhan sebesar 59,39 persen, diikuti oleh Afrika Barat dan Eropa Barat.
Secara kumulatif, kinerja ekspor Indonesia sepanjang tahun 2025 menunjukkan resiliensi yang kuat:
- Total Ekspor Nonmigas: Mencapai US$269,84 miliar (tumbuh 7,66% year-on-year).
- Realisasi Desember 2025: Sebesar US$25,09 miliar, naik dari bulan sebelumnya.
- Mitra Utama : Tiongkok tetap menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$64,82 miliar, disusul Amerika Serikat dan India.
Analis melihat bahwa keberhasilan Indonesia menembus pasar Eropa Barat dengan produk manufaktur bernilai tinggi seperti perhiasan menandakan adanya peningkatan standar kualitas produk dalam negeri yang mampu bersaing di pasar premium global.
Editor: Redaktur TVRINews





