Kronologi Lengkap Siswa Bunuh Diri Siswa SD Versi Pemkab Ngada

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluarkan keterangan resmi terkait kasus bunuh diri siswa SD Rutojawa, Desa Newowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Menurut hasil asesmen Pemkab Ngada, korban sehari - hari tinggal bersama neneknya. Akan tetapi pada 28 Januari 2026 atau 1 hari sebelum kejadian, korban menginap di rumah ibunya. Pada 29 Januari 2029 pagi, korban mengeluh sakit kepala kepada ibunya, akan tetapi ibunya tetap meminta sang anak untuk berangkat sekolah.

Menurut hasil asesmen Pemkab Bajawa, korban sehari-hari tinggal bersama neneknya. Namun pada 28 Januari 2026 atau 1 hari sebelum kejadian, korban menginap di rumah ibunya. Pada 29 Januari 2029 pagi, korban mengeluh sakit kepala kepada ibunya, akan tetapi ibunya tetap meminta sang anak untuk berangkat sekolah. 

Korban kemudian keluar dari rumah ibunya, akan tetapi tidak berangkat ke sekolah. Menurut keterangan saksi GK, pada pukul 09.00 korban berada di pondok kebun milik neneknya, dengan posisi korban sedang duduk di pintu pondok neneknya. Saat ditanya oleh saksi kenapa tidak sekolah, korban menjawab tidak sekolah karena sakit. 

Mendengar jawaban korban, saksi kemudian meninggalkan korban ke kebunnya. Namun pada pukul 11.30 saksi GK mendengar teriakan dan tangisan dari arah pondok korban, GK kemudian ke pondok tersebut dan kaget melihat siswa SD yang dia ajak berbicara sebelumnya gantung diri di pohon cengkeh. 

Menurut keterangan saksi lainnya, KD, menjelaskan sekitar pukul 11.00 Ia mengikat kerbaunya di sekitar pondok nenek korban, kemudian dia menuju pondok tersebut dengan niat meminta tolong kepada nenek korban untuk mengawasi kerbau yang diikat. 

Baca Juga

  • Aneh, Polisi Sebut Bocah SD Gantung Diri di NTT Bukan Karena Minta Alat Tulis
  • Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT, JK Sebut Akibat dari Masalah Kemiskinan yang Belum Bisa Diatasi
  • Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Kemendikdasmen: Almarhum Penerima PIP

Akan tetapi saat menuju pondok dari kejauhan KD melihat seperti pakaian berwarna merah tergantung di pohon. Saksi KD kemudian terus berjalan mendekati pohon tersebut dan melihat korban sudah tergantung. Saksi KD panik berlari ke jalan utama untuk memberitahu warga ada orang gantung diri. 

Para pejabat desa setempat seperti Sekretaris Desa, Kepala Desa, Kepolisian kemudian datang. Menurut keterangan Kepala Desa saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa. Korban diduga gantung diri dengan tali nilon pada dahan kayu cengkeh setinggi 2,75 meter, dan tinggi pohon cengkeh sendiri mencapai 15 meter. Korban kemudian diturunkan setelah polisi datang 

Korban kemudian dimakamkan pada 30 Januari 2026 oleh keluarga dengan upacara adat karena korban meninggal dengan tidak wajar. 

Kasus bunuh diri siswa SD ini menggemparkan hingga nasional. Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam sambutannya di satu cara menyebut kasus bunuh diri tersebut sebagai bentuk kegagalan pemerintah.

"Agak terganggu juga saya, saya mau jawab punya lidah kelu juga, tangan saya juga susah jawab, ini kami tidak tahu apa yang salah, tapi berarti pranata sosial gagal urus model beginian, pemerintah juga gagal, provinsi sama, kabupaten Ngada juga sama (gagal)," kata Melki


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Tangkap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT Terkait Sengketa Lahan dengan Anak Usaha Kemenkeu
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Audisi SUCI 12 di Jakarta Diserbu Peserta dari Berbagai Daerah
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Liga Inggris Liverpool vs Manc City Minggu 8 Februari 2026: Bisa Cetak Gol di Anfield, Haaland?
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
RSBP Batam Resmi Layani Tindakan Intervensi Jantung Bawaan untuk Pasien Dewasa, Pertama di Kepulauan Riau
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen di 2025, Tiga Sektor Jadi Penopang
• 21 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.