Ketika Kasta Liga Inggris Terlalu Tinggi untuk Liga Europa: Kisah Aneh Manchester United dan Tottenham di Final Liga Europa

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Dua tim yang terpuruk di papan bawah Liga Inggris, Manchester United finis di peringkat ke-15 dan Tottenham Hotspur di posisi ke-17, justru bertemu di panggung final kompetisi Eropa.

Bagi sebagian pengamat, ini bukan semata bukti dominasi klub Inggris, melainkan sinyal jelas adanya kesenjangan kasta antar liga di Eropa. 

Liga Inggris, dengan kekuatan finansial dan kedalaman skuadnya, tampak berada satu tingkat di atas Liga Europa yang kualitasnya kian tergerus setelah perubahan format kompetisi. 

Final MU vs Spurs pun terasa ganjil: bukan karena dramanya, tetapi karena memperlihatkan bahwa kasta liga kini lebih menentukan daripada posisi klasemen domestik.

Final Liga Europa musim lalu kerap disebut sebagai salah satu final paling janggal dalam sejarah kompetisi Eropa. 

Bukan karena kualitas pertandingannya, melainkan karena siapa yang bermain di dalamnya. Tottenham Hotspur dan Manchester United, dua tim yang sama-sama terpuruk di papan bawah Liga Inggris, justru bertemu di panggung Eropa. 

Spurs finis di peringkat ke-17 Liga Premier, sementara United hanya sedikit lebih baik di posisi ke-15. Namun, keduanya berlaga di final, dan Tottenham keluar sebagai juara.

Situasi ini menimbulkan banyak tafsir. Di satu sisi, hal tersebut menegaskan betapa kuatnya Liga Inggris dibanding liga domestik Eropa lain. 

Namun di sisi lain, banyak pihak menilai final itu justru menyoroti penurunan kualitas Liga Europa setelah perubahan format kompetisi. 

Lebih banyak tim kini langsung masuk Liga Champions, sementara jalur “turun kasta” dari Liga Champions ke Liga Europa telah dihapus. 

Alhasil, Liga Europa kehilangan sebagian daya saingnya, dan final di Bilbao menjadi simbol dari anomali tersebut.

Tujuh bulan berselang sejak gol tunggal Brennan Johnson memastikan trofi pertama Tottenham dalam 17 tahun, kedua klub kembali dipertemukan. Kali ini di Old Trafford, dalam lanjutan Liga Premier. Namun, konteksnya sudah sangat berbeda.

Kenapa Final Liga Europa Disebut Aneh?

Final di Bilbao dianggap “aneh” karena mempertemukan dua tim yang sebenarnya gagal bersinar di kompetisi domestik. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasto PDIP Soroti RI Masuk Board of Peace, Ungkit Sikap Politik Bung Karno
• 18 jam laludetik.com
thumb
Liga Inggris Liverpool vs Manc City Minggu 8 Februari 2026: Bisa Cetak Gol di Anfield, Haaland?
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
IIMS 2026: Mazda Boyong CX-60 Sport Terbaru, Ini Ubahannya
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Jelang Imlek dan Ramadan, Pramono Siapkan Insentif Pajak untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Jakarta
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Rupiah Lemah-Letih-Lesu Sepekan Ini, Bareng Ringgit hingga Won
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.