Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan psikologis terhadap keluarga Yohanes Bastian Roja (10), seorang siswa kelas IV SD di NTT yang bunuh diri diduga karena masalah ekonomi.
"Jadi yang kami utamakan adalah bagaimana penguatan kepada keluarga. Di situ ada nenek, ada ibu, dan dua saudaranya. Kami sedang mengupayakan bersama berbagai dinas yang ada memberikan pendampingan, atau pendampingan secara psikologis," kata Arifah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2).
Arifah bilang, pendampingan psikologis ini penting lantaran tak ada psikolog yang ada di dekat rumah korban. Psikolog mesti didatangkan dari kabupaten terdekat.
Di sisi lain, Arifah menyebut, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait soal pemenuhan hak-hak keluarga Yohanes. Seperti misalnya hak mendapatkan pendidikan.
"Kami berkoordinasi dengan dinas terkait bagaimana kedua kakak dari korban, yang satu usia 17 tahun, yang kedua 14 tahun, untuk bisa mendapatkan hak-haknya, yaitu terutama hak pendidikan," ujar Arifah.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, akan diupayakan supaya kedua kakaknya ini bisa mendapatkan pendidikan," sambung dia.
Yohanes gantung diri usai permintaannya membeli buku dan pena tak dikabulkan ibunda karena tak ada uang. Korban mengakhiri hidup di pohon cengkeh dekat pondok sederhana tempat dia tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.
Dalam proses olah TKP, polisi menemukan sepucuk surat untuk ibunya. Surat yang ditulis tangan oleh korban ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Begini bunyi surat korban dalam bahasa daerah Ngada:
Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti)
Mama Galo Zee (Mama, saya pergi dulu)
Mama molo Ja'o ( Mama, relakan saya pergi)
Galo mata Mae Rita ee Mama (Jangan menangis, Mama)
Mama jao Galo Mata (Mama, saya pergi)
Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya)
Molo Mama (Selamat tinggal, Mama)
Di akhir tulisan tangan ini ada gambar dengan emoji menangis.





