Jusuf Hamka alias Baba Alun mengapresiasi pemberian Presiden Prabowo Subianto untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) berupa lahan seluas 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Menurutnya, Prabowo adalah presiden yang paling sayang dengan umat Islam di Indonesia.
“Saya jujur bahagia dan terharu. Karena kita tahu lah semua, umat Islam ini mayoritas di negeri kita. Tetapi kantor Majelis Ulama aja kita minjem sama Departemen Agama yang di Jalan Proklamasi,” ucap Jusuf di kawasan Jakarta Pusat pada Sabtu (8/2).
“Terus kemudian kita dijanjikan mau dibangun kantor MUI di Taman Mini. Itu pun tidak terealisasi. Dan hari ini satu surprise, kejutan, ya kok saya jadi... tadi waktu ini (diumumkan) terenyuh, waktu Presiden bilang. Sampai (mengucap) ‘Allahuakbar’, ini ternyata Presiden ini yang namanya Prabowo yang paling sayang kepada umat Islam,” tambah pemilik PT Citra Marga Nusaphala Persada itu.
Jusuf bercerita, lahan yang awalnya milik Kedutaan Besar Inggris itu awalnya sudah mau dibeli oleh adiknya seharga Rp 1,2 triliun.
“Negara tidak menjual. Negara pakai. Sekarang buat kepentingan MUI. Terus ada Baznas nanti dia di situ. Terus ada LDU, Lembaga Dana Umat. Dan dibangun 40 lantai. Ini megah sekali,” ucap Jusuf.
“Karena ini bertepatan itu di Bundaran Hotel Indonesia itu. Jadi yang ada gardu-gardu pos polisi yang pakai kontainer di situ. Itu strategis sekali. Dan itu menjadi inceran semua perusahaan besar,” tambahnya.
Inisiatif pemerintah ini pun Jusuf nilai sebagai sebuah hadiah. Terlebih, nantinya pemerintah akan membangunkan gedung setinggi 40 lantai di sana.
“Pembangunannya saja kalau 40 lantai dengan seribu meter per lantai berarti 40 ribu meter. Satu meter itu pembangunannya itu dengan gedung yang tinggi itu bisa 20 juta. Jadi per lantai itu bisa 20 miliar per seribu meter per lantai,” ucap Jusuf.
“Kalau 40 lantai, Rp 20 miliar x 40, Rp 8 T ya kalau tidak salah. Rp 8 T plus Rp 1,2 itu Rp 9,8 T. Ini hadiah,” tambahnya.
Ia menilai, pemberian hadiah dari Prabowo ini merupakan bentuk perhatian Prabowo untuk umat Islam di Indonesia.
“Hadiah buat umat Islam dari Pak Prabowo membuktikan bahwa Ulama Umara jadi satu, Insyaallah negeri yang gemah ripah loh jinawi masyarakatnya akan segera makmur. Terutama umat Islam akan menjadi perhatian khusus dari Bapak Presiden,” tutur Jusuf.
Pengusaha ini pun menyarankan agar gedung itu nantinya bisa dibangun untuk menjadi sebuah monumen yang dibanggakan negara.
“Menjadi kayak kebanggaan kayak Petronas Tower di Malaysia. Twin Tower di situ. Juga bisa membuat kemakmuran kantor umat di situ. Atasnya bisa dibawa buat BTS Repeater,” tuturnya.
“Jadi terus di atas itu bisa dibuat ruangan yang muter 360 derajat gitu ya. Jadi muter itu sehingga orang berduyun-duyun ke sana tapi pakai tiket bayar. Nah itu adalah untuk maintenance-nya nanti,” tambahnya.
Ia juga menyarankan agar gedung itu nantinya bisa dipakai untuk menjadi pusat wisata religi.
“Ya saya sih menyarankan kepada pemerintah jangan hanya dibuat gedung begitu saja buat perkantoran, tetapi juga dibuatkan jadi tempat wisata religi di sana. Jadi perjuangan Islam di Indonesia itu ada tuh kelihatan semacam museum ininya. Terus di atasnya dibuat kayak Petronas Tower. Ini kan satu kebanggaan,” ucap Jusuf.
Jusuf pun memprediksi, gedung ini akan selesai dibangun dalam waktu 2-3 tahun.
“Itu kontraktor BUMN kita bagus-bagus lah. Saya pikir konstruksinya 2 tahun selesai. Tinggal finishing-nya setengah tahun, setahun. Sampai berjalan,” tambah Jusuf.
“Makanya itu nanti akan ada ikon. Saya pikir saya akan menyarankan kepada tentunya kepada kementerian yang membangun itu untuk dibuat jangan hanya tempat kerja, office space tetapi buatlah tempat jadi tujuan wisata BUMN,” tandasnya.





