Pamekasan, tvOnenews.com - Sebanyak 14 bangunan asrama santri putra di Pondok Pesantren Panyeppen, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (7/2) ludes terbakar.
Terbakarnya belasan asrama santri itu selain dipicu bahan bangunan mudah terbakar ditambah angin cukup kencang hingga membuat api begitu besar.
Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al-Miftah Panyeppen, Maltuful Anam membenarkan kalau asrama santri terbakar pada Jumat (6/2) malam.
"Kobaran api muncul dari dalam bangunan perpustakaan dan merembet ke bangunan asrama yang dihuni 400 orang santri," kata Maltuful Anam.
Menurutnya, kobaran api bisa dipadamkan 3 jam kemudian setelah petugas damkar Pamekasan menerjunkan dua unit mobil damkar bersama dua tangki suplai air, serta dibantu juga dua unit Damkar dari Kabupaten Sampang.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kebakaran gedung asrama pondok kecil," paparnya.
Maltuful Anam menjelaskan, penyebab kebakaran belasan arasma santri tersebut masih belum diketahui, karena masih dalam proses penyelidikan oleh petugas kepolisian.
"Saat ini pihak pondok pesantren terpaksa meliburkan dan memulangkan sementara para santri yang terdampak. Kebijakan tersebut diambil karena kondisi bangunan asrama tidak memungkinkan untuk ditempati," pungkasnya.
Akibat kejadian kebakaran bangunan asrama santri tersebut kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (vaf/hen)




