JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah suporter Timnas Futsal Indonesia kecewa karena gagal mendapatkan tiket laga final Piala Asia Futsal 2026 melawan Iran di Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (7/2/2026).
Kekecewaan bukan hanya karena tiket habis, tetapi juga maraknya calo yang beroperasi terang-terangan di sekitar lokasi, bahkan di depan aparat.
Rafi (28), salah satu suporter, mengaku gagal membeli tiket secara daring karena habis dalam hitungan detik.
Baca juga: Banyak Calo Jual Tiket Final Timnas Futsal di GBK, Harga Capai Rp1,7 Juta
"Dari awal saya mau beli tiket itu saya masuk ke website 5 menit setelah dibuka, sudah habis. Bahkan banyak teman yang baru 1 menit sudah habis," kata Rafi.
Ironisnya, saat tiba di GBK, Rafi melihat banyak calo membawa tumpukan tiket dan menjualnya dengan harga tinggi.
"Ternyata banyak banget calo yang jual tiket. Satu orang bisa jual sampai 5 atau 6 tiket," ujarnya.
Rafi menilai harga yang ditawarkan calo sangat mencekik, naik berkali-kali lipat dibanding harga resmi.
"Harga tiket Lower seharusnya Rp 200.000, tapi dijual sampai Rp 900.000 sampai Rp 1 juta. Enggak masuk akal kan?" keluh Rafi.
Ia menegaskan praktik calo sudah termasuk penipuan yang merugikan penggemar.
Baca juga: Final Futsal Asian Cup di GBK, Lalu Lintas di Senayan Macet
"Menurut saya ini sudah masuk penipuan. Polisi harus menindak. Mau Indonesia menang pun kita sudah kecewa," katanya.
Yuda (29), suporter lain, juga menyoroti lemahnya pengawasan aparat. Ia kecewa karena tiket final yang seharusnya terjangkau justru dikuasai calo.
"Terima kasih panitia enggak memahalkan tiket, tapi sayangnya habis sama calo," kata Yuda.
Ia bahkan ditawari tiket VIP dengan harga fantastis, padahal harga asli Rp 350.000.
"Tadi saya ditawarin VIP dijual sampai Rp 1,5 juta," ujarnya.
Yuda menilai polisi yang berjaga di lokasi tampak membiarkan calo beraksi.
"Saya lihat banyak orang jualan tiket di depan polisi. Banyak polisi muda cuma bengong, main handphone," kata Yuda.
Baca juga: Ring Road GBK Senayan Ditutup Sementara 8 Februari
Ia berharap kepolisian menindak tegas calo, bukan sekadar memberi imbauan.
"Harusnya calo itu merugikan, masuk nipu. Polisi harus tindak tegas, bawa ke penjara biar enggak makin banyak calo," tegas Yuda.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



