GenPI.co - Warga Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, digemparkan dengan keberadaan macan tutul masuk ke kawasan permukiman.
Akibatnya, 2 warga Desa Maruyung, Pacet, terluka saat mencoba menangkap seekor macan tutul ini.
Kepala Desa Maruyung Apen Supendi mengatakan warga melaporkan adanya macan tutul di permukiman mereka dan menimbulkan kepanikan.
“Kami menerima laporan dari warga terkait adanya macan tutul yang masuk ke wilayah perkampungan. Berdasarkan pantauan awal, ukuran satwa tersebut cukup besar, sekitar sebesar kambing dewasa,” kata dia, dikutip Sabtu (7/2).
Apen menjelaskan 2 warga mengalami luka akibat cakaran dan gigitan macan tutul tersebut.
“Kedua korban langsung kami evakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini kondisinya sudah stabil,” imbuh dia.
Pemerintah Desa Maruyung bersama aparat langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V BBKSDA Jabar Vitriana Yulalita mengatakan pihaknya mengevakuasi macan tutul di Bandung.
“Saat ini macan tutul akan kami tangani dan dibawa ke Lembaga Konservasi Cikembulan di Garut untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan penanganan awal,” beber dia.
Pihaknya memastikan kondisi kesehatan macan tutul tidak mengalami gangguan fisik maupun stres karena berada di lingkungan manusia.
“Alhamdulillah, masyarakat sudah paham bahwa macan tutul adalah satwa dilindungi, sehingga penanganan dilakukan dengan baik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap dia.
Selanjutnya pihaknya melakukan kajian lanjutan untuk menentukan macan tutul tersebut memungkinkan direhabilitasi dan dilepaskan kembali ke alam liar.(ant)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:



