Bisnis.com, JAKARTA — Emas dan perak kerap menjadi pilihan investasi alternatif bagi masyarakat yang ingin melindungi nilai aset dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah mana yang lebih menguntungkan, investasi emas atau perak?
Keduanya sama-sama tergolong logam mulia, tetapi memiliki karakteristik, risiko, dan potensi keuntungan yang berbeda. Berikut perbandingan investasi emas dan perak yang bisa menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan.
1. Stabilitas Harga dan RisikoMelansir dari Morgan Stanley, Sabtu (7/2/2026), emas dikenal memiliki pergerakan harga yang relatif lebih stabil. Fluktuasinya cenderung tidak terlalu tajam, baik saat harga naik maupun turun. Karena itu, emas sering dipilih investor konservatif sebagai aset lindung nilai, terutama saat inflasi tinggi atau kondisi ekonomi tidak menentu.
Sebaliknya, harga perak jauh lebih fluktuatif. Pergerakan harganya bisa naik atau turun tajam dalam waktu singkat. Volatilitas perak bahkan bisa dua hingga tiga kali lebih besar dibandingkan emas dalam periode tertentu. Hal ini membuat perak berpotensi memberi keuntungan lebih besar, tetapi dengan risiko yang juga lebih tinggi.
2. Pengaruh Kondisi EkonomiPerbedaan utama emas dan perak terletak pada sumber permintaannya. Emas sebagian besar digunakan sebagai aset investasi dan penyimpan nilai, sehingga harganya lebih dipengaruhi sentimen pasar dan kebutuhan perlindungan aset.
Sementara itu, lebih dari separuh permintaan perak berasal dari sektor industri, seperti elektronik, kendaraan listrik, dan panel surya. Artinya, harga perak sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi global. Saat ekonomi tumbuh dan industri berkembang, harga perak cenderung meningkat. Namun, ketika ekonomi melambat, permintaannya bisa turun signifikan.
3. Fungsi sebagai Pelindung Inflasi
Dilansir dari laman resmi Pegadaian, emas sering disebut sebagai safe haven asset. Emas kerap menjadi tujuan investor saat inflasi tinggi atau pasar keuangan bergejolak karena dinilai mampu menjaga daya beli dalam jangka panjang.
Perak juga memiliki korelasi dengan inflasi, tetapi tidak sekuat emas. Permintaan industri perak bisa melemah ketika inflasi tinggi dan suku bunga naik, sehingga kinerjanya sebagai pelindung inflasi tidak selalu konsisten.
4. Harga dan Aksesibilitas
Dari sisi harga, perak jauh lebih terjangkau dibandingkan emas. Harga per ons perak yang lebih rendah membuat logam ini lebih mudah diakses investor ritel dengan modal terbatas. Inilah alasan mengapa perak kerap dilirik investor pemula yang ingin mencoba investasi logam mulia.
Sebaliknya, emas memiliki harga per unit yang lebih tinggi, tetapi lebih praktis untuk menyimpan nilai dalam jumlah besar karena tidak membutuhkan volume fisik yang banyak.
5. Likuiditas dan Kemudahan Jual-Beli
Emas unggul dari sisi likuiditas. Pasar emas jauh lebih luas dan aktif, sehingga selisih harga beli dan jual relatif kecil. Emas juga mudah dijual kembali kapan saja.
Perak memiliki likuiditas yang lebih terbatas. Permintaannya tidak setinggi emas, sehingga harga jual perak bisa turun cukup tajam saat pasar melemah atau minat investor menurun.
6. Kinerja Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, kinerja emas cenderung lebih unggul. Dilansir dari Bankrate, harga emas mencatat imbal hasil sekitar 4,8% per tahun secara historis, lebih tinggi dibandingkan perak yang berada di kisaran 3,7% per tahun. Meski demikian, setelah dikurangi inflasi, imbal hasil keduanya tergolong terbatas.
Sebagai pembanding, investasi di saham berkapitalisasi besar justru memberikan imbal hasil jauh lebih tinggi dalam jangka panjang, meski dengan risiko yang berbeda.
Jadi, Mana yang Lebih Untung?
Secara umum, emas lebih cocok untuk investasi jangka panjang dan bagi investor yang mengutamakan stabilitas serta perlindungan nilai. Emas juga ideal sebagai penyeimbang portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi.
Sementara itu, perak lebih sesuai untuk investasi jangka pendek atau spekulatif, dengan potensi keuntungan lebih besar ketika permintaan industri meningkat, namun risikonya juga lebih tinggi akibat volatilitas harga.
Pilihan antara emas dan perak sangat bergantung pada tujuan investasi, profil risiko, dan jangka waktu yang diinginkan. Investor juga disarankan tidak menempatkan seluruh dana hanya pada satu jenis aset, melainkan melakukan diversifikasi agar risiko lebih terkendali.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F29%2Fcb86ddbeed0cdfd3d270abed2252c9fc-20260129TOK8.jpg)
