JAKARTA, KOMPAS.TV - Perayaan Imlek selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa, termasuk keturunannya yang menetap di Indonesia. Lebih dari sekadar ritual keagamaan, Imlek juga menjadi ruang kebersamaan keluarga yang sarat makna, kehangatan, dan harapan baru.
Selain barongsai, pertunjukan budaya, dan festival kuliner, hidangan khas Imlek menjadi elemen yang tak terpisahkan. Setiap sajian bukan hanya soal rasa, tetapi menyimpan simbol keselamatan, keberuntungan, dan keberlanjutan hidup yang diwariskan lintas generasi.
Pakar kuliner keturunan Tionghoa William Wongso menjelaskan bahan pangan yang digunakan dalam hidangan Imlek tidak pernah dipilih secara sembarangan. Menurutnya, kemewahan bukanlah tujuan utama.
“Kalau di China, setiap bahan itu mengandung makna penting dan itu dijelaskan dari tulisan kaligrafi dari bahan tersebut, contoh Apel. Bahasa Mandarin Apel itu ping guo. Ping artinya kedamaian,” kata William seperti dikutip dari Antara, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Sambut Hari Gizi Nasional 25 Januari, BGN Ajak Keluarga Lebih Melek Komposisi Makanan
Tradisi ini telah dijaga selama ratusan tahun oleh komunitas Tionghoa di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Jarak geografis tak memutus nilai-nilai yang tertanam dalam setiap sajian di meja makan saat Imlek.
Semangat pelestarian budaya tersebut juga tercermin di House of Tugu, bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua Jakarta yang kini berfungsi sebagai hotel dan restoran. Di momen Imlek, tempat ini menghadirkan menu khas yang terinspirasi dari tradisi peranakan Jawa pesisir.
Bangunan yang merekam perjumpaan budaya Nusantara, Tionghoa, dan Belanda ini menjadi ruang hidup sejarah. Menu Imlek yang dihadirkan pun dirangkai sebagai bentuk akulturasi budaya, bukan sekadar sajian musiman.
“Spesial di Tahun Kuda Api, kami hadirkan menu Peranakan Jawa Pesisir, sebagai akulturasi budaya Jawa dengan China agar semakin lebih meriah,” ujar Putri, event manager House of Tugu.
1. Yu Sheng, Sajian Pembuka Sarat Doa Kemakmuran
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- imlek
- makanan imlek
- yu sheng
- hidangan imlek
- tradisi tionghoa
- william wongso




