Bank Sentral Ramai-Ramai Borong Emas, Mulai Jauhi Dolar AS?

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia — Data terbaru menunjukkan perubahan signifikan dalam komposisi cadangan devisa bank sentral global. Untuk pertama kalinya sejak tahun 1996, nilai cadangan emas yang dimiliki bank sentral asing kini melampaui kepemilikan surat utang pemerintah Amerika Serikat (US Treasuries).

Rilis data terbaru tercatat bahwa pergeseran ini terjadi sepanjang tahun 2025. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan strategi manajemen cadangan devisa di berbagai negara di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Data Porsi Kepemilikan

Berdasarkan data kuartal kedua (Q2) dari tahun 2021 hingga 2025, terlihat tren kenaikan pada porsi emas dan penurunan pada porsi surat utang AS.

Pada tahun 2025, porsi emas dalam cadangan bank sentral mencapai 24%, sementara surat utang AS turun menjadi 23%. Sebagai perbandingan, pada tahun 2021, surat utang AS masih mendominasi sebesar 28% berbanding emas yang hanya 13%.


Faktor Pendorong

Peningkatan cadangan emas ini terutama didorong oleh pembelian dari bank sentral di emerging markets, seperti China, India, dan Turki.

Langkah ini dinilai sebagai upaya diversifikasi aset untuk mengurangi ketergantungan pada Dolar AS. Tingginya tingkat utang AS serta isu geopolitik menjadi faktor utama yang mendorong bank sentral mencari aset alternatif.

Emas dipilih karena sifatnya yang dianggap sebagai aset safe haven yang stabil terhadap inflasi dan fluktuasi mata uang. Permintaan yang tinggi ini juga turut mendorong harga emas mencapai rekor tertingginya pada awal tahun 2026.

Baca: Volatilitas Gila-gilaan, Harga Perak Sempat Jatuh Brutal

Perubahan komposisi ini menunjukkan bahwa bank sentral global kini lebih memprioritaskan keamanan dan diversifikasi aset dalam mengelola cadangan devisa mereka.

Peringkat Kepemilikan Emas Dunia

Sejalan dengan tren akumulasi tersebut, data terbaru per akhir 2025 memperlihatkan distribusi fisik emas di berbagai negara. Meski porsi kepemilikan surat utang AS secara global menurun, Amerika Serikat sendiri masih kokoh di posisi puncak sebagai pemilik cadangan emas terbesar di dunia dengan total 8.133,5 ton.

Posisi kedua ditempati oleh Jerman, disusul oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dan Italia. Sementara itu, China dan India, yang gencar melakukan pembelian dalam beberapa tahun terakhir, masing-masing menempati peringkat ke-7 (2.305,4 ton) dan ke-9 (880,2 ton).

Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan data per November 2025, Indonesia berada di peringkat ke-44 dunia. Bank Indonesia tercatat memiliki cadangan emas fisik sebesar 84,9 ton.

Angka ini relatif stabil namun masih terpaut jauh jika dibandingkan dengan negara-negara ekonomi besar lainnya di Asia seperti Jepang yang memiliki 846 ton. Berikut adalah daftar 10 besar pemilik cadangan emas dunia beserta posisi Indonesia:

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Profil Indy Barends, Presenter yang Disentil Anak Soal Luka Mental Akibat Ucapan Orang Tua, Responnya Jadi Sorotan
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Disambut Ribuan Warga Nahdliyin
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Bomber Berkualitas Namun Tak Sejalan Filosofi Sepak Bola Tomas Trucha: Alasan Abu Kamara Dicoret dari PSM Makassar
• 9 jam laluharianfajar
thumb
KSAD Dukung Ketahanan Pangan Nasional Lewat Program Agroforestri di Berbagai Wilayah Indonesia
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Viral Pedagang Es Cincau di Bekasi Tewas Terkapar saat Jualan, Diduga Serangan Jantung
• 32 menit lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.