Liputan6.com, Jakarta - Dalam semangat transformasi nasional yang digariskan Presiden Prabowo Subianto, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menawarkan peta jalan Ekonomi Baru (the New Economy) bagi masa depan ekonomi Indonesia.
Dalam Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk “The New Economy, New Road to Prosperity” di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2), AHY yang juga Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya sekadar angka statistik.
Advertisement
"Indonesia harus maju, bukan sekadar tumbuh. Pertumbuhan harus bertransformasi menjadi kemakmuran yang adil dan bisa dirasakan langsung di kantong serta meja makan rakyat," ujar AHY dalam keterangan diterima, Minggu (8/2).
Bagi generasi muda yang menghadapi disrupsi teknologi dan ketatnya persaingan global, AHY menguraikan lima pilar "Ekonomi Baru" yang konkret dan relevan:
Infrastruktur Dasar & Keadilan: Bukan sekadar aspal dan semen, tapi sarana keadilan sosial untuk menurunkan biaya logistik agar harga kebutuhan pokok merata hingga ke pelosok.
Perumahan Layak: Fokus pada hunian terjangkau sebagai fondasi martabat, produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.
Konektivitas Fisik & Digital: untuk memperkuat persatuan nasional, dan memastikan UMKM serta masyarakat di daerah memiliki akses transportasi dan internet yang setara.
Investasi Manusia: Prioritas pada kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai modal utama bersaing di level dunia.
Akselerasi Teknologi & AI: Memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan, dengan tetap berlandaskan etik, regulasi yang adaptif serta penguatan talenta digital.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496217/original/031392400_1770511654-Prabowo_Subianto_Maung.jpeg)