JAKARTA, KOMPAS.com - Motif penyiraman air keras oleh sekelompok pelajar ke siswa SMK di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, hingga kini belum diketahui.
Siswa yang disiram air keras oleh pelajar lain itu masih belum bisa dimintai keterangan oleh polisi karena kondisinya yang belum siap, baik secara fisik maupun psikologis.
“Mengingat dari keadaan korban sendiri masih belum siap dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra saat ditemui di Pompa Air Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2026).
Baca juga: Kronologi Pelajar Siram Air Keras ke Siswa SMK di Cempaka Putih, Mata Korban Terluka
Korban masih dalam pemulihan usai matanya terluka karena terkena air keras.
Pelajar itu sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit sebelum akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah.
Meski belum mendapatkan keterangan langsung dari korban, polisi tetap melakukan penyelidikan atas kasus tersebut, salah satunya melalui video viral di media sosial.
Dari analisis video tersebut, polisi telah mengantongi identitas pelaku maupun kendaraan yang digunakannya saat kejadian.
"Kami juga sudah mengetahui baik itu identitas, kemungkinan dari pelaku, baik itu kendaraannya maupun pelakunya sendiri,” jelas dia.
Diketahui, dalam video yang diunggah akun Instagram @baehaqi, tampak beberapa siswa berseragam sekolah melakukan bonceng tiga naik motor. Mereka sempat berhenti di pinggir jalan.
Kemudian, siswa lain yang bonceng tiga dari arah berlawanan melintas di jalanan tersebut.
Para pelajar yang berhenti di pinggir jalan itu langsung menyiram air keras ke siswa-siswa yang melintas.
Baca juga: Polisi Kantongi Identitas 3 Pelajar Penyiram Air Keras ke Siswa SMK di Jakpus
Seorang siswa yang terkena air keras mengalami cedera di bagian mata. Sementara siswa lainnya selamat karena air keras hanya mengenai bajunya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang