Bank Mandiri Taspen Fokus Turunkan Cost of Fund Lewat Optimalisasi CASA

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri Taspen akan lebih selektif dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK) pada tahun ini seiring posisi likuiditas perseroan yang dinilai sudah memadai. 

Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan mengatakan strategi penghimpunan dana kini difokuskan untuk menekan biaya dana atau cost of fund melalui peningkatan dana murah alias current account saving account (CASA).

"DPK-nya kami pilih-pilih, karena DPK sudah cukup. Kami ingin bagaimana supaya cost of fund turun, dalam hal ini kita mau nyari CASA," ujar Panji saat ditemui belum lama ini.

Di tengah strategi tersebut, Bank Mandiri Taspen tetap membidik pertumbuhan kredit dua digit pada tahun ini. Panji menyebut, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 12% yang akan dicapai melalui strategi organik maupun anorganik.

"Kalau bisa 12% ya 12%, dan kami bisa organic dan anorganic," ujarnya.

Dari sisi penyaluran kredit, Mandiri Taspen masih akan mempertahankan fokus pada segmen pensiunan sesuai dengan mandat pemegang saham. Meski demikian, perseroan juga memiliki portofolio terbatas di luar segmen utama tersebut.

Baca Juga

  • Profil Panji Irawan, Dirut Baru Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)
  • Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Angkat Panji Irawan Jadi Direktur Utama
  • Bank Mandiri Taspen Raih Rating AA dari Fitch, Outlook Stabil

“Segmen kami masih segmen pensiunan. Ada di Bali untuk yang non-pensiunan, UMKM, kredit kecil. Tapi kami dirancang sama owner untuk kasih kredit ke pensiunan,” kata Panji.

Adapun tantangan utama dalam penyaluran kredit pensiunan tahun ini berkaitan dengan pengelolaan risiko yang bergantung pada dukungan industri asuransi. Panji menjelaskan, setiap kredit pensiunan dilengkapi dengan skema lindung nilai melalui premi asuransi.

“Kami memberikan kredit kepada pensiunan dan kami hedge dengan premi asuransi, baik asuransi jiwa maupun asuransi kredit. Sepanjang itu berjalan dengan bagus, sebetulnya risikonya rendah sekali,” jelasnya.

Kinerja Bank Mandiri Taspen 

Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap membukukan laba bersih sebesar Rp1,58 triliun pada 2025, naik tipis 0,22% YoY dibandingkan capaian laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp1,57 triliun. Sementara

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, total kredit yang disalurkan Bank Mandiri Taspen mencapai Rp50,53 triliun, meningkat dibandingkan posisi Rp46,26 triliun pada 2024. 

Di sisi penghimpunan dana, DPK Bank Mandiri Taspen tercatat sebesar Rp55,03 triliun pada 2025, naik 12,73% dari Rp48,82 triliun pada tahun sebelumnya. 

Kinerja permodalan Bank Mandiri Taspen juga tetap kuat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR/KPMM) tercatat 30,47% pada 2025, meningkat dari 27,43% pada 2024 atau tumbuh 11,08% secara tahunan, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Dari sisi likuiditas, loan to deposit ratio (LDR) berada di level 91,82%, membaik dibandingkan 94,75% pada tahun sebelumnya. Adapun liquidity coverage ratio (LCR) meningkat 7,37% YoY dari 212,44% menjadi 228,10%,


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ini Wilayah dengan Harga Tanah Termahal di Jakarta, Bukan Menteng
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jetour T2 Dimodifikasi "Waras", Gak Perlu Ubahan Ekstrem
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Sepekan, OTT KPK hingga Meriyat Hoegeng tutup usia
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Targetkan 80 Ribu Penumpang Per Hari
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cara Mengaktifkan Lagi Peserta PBI-JK per Februari 2026, Resmi dari BPJS Kesehatan
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.