AHY Ungkap 5 Pilar Ekonomi Baru, Dukung Strategi Pertumbuhan Ekonomi Presiden

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita

PACITAN –Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menawarkan peta jalan Ekonomi Baru (the New Economy) bagi masa depan ekonomi Indonesia. Hal ini dalam semangat transformasi nasional yang digariskan Presiden Prabowo Subianto.

Demikian diungkapkan AHY dalam forum Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk “The New Economy, New Road to Prosperity” di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jawa Timur.

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya sekadar angka statistik.

"Indonesia harus maju, bukan sekadar tumbuh. Pertumbuhan harus bertransformasi menjadi kemakmuran yang adil dan bisa dirasakan langsung di kantong serta meja makan rakyat," ujar AHY dihadapan puluhan tokoh pemerintahan, akademisi, dan pelaku usaha, dikutip, Minggu (8/2/2026).

Dikatakannya, bagi generasi muda yang menghadapi disrupsi teknologi dan ketatnya persaingan global, AHY menguraikan lima pilar "Ekonomi Baru" yang konkret dan relevan:

1.Infrastruktur Dasar & Keadilan: Bukan sekadar aspal dan semen, tapi sarana keadilan sosial untuk menurunkan biaya logistik agar harga kebutuhan pokok merata hingga ke pelosok.

2.Perumahan Layak: Fokus pada hunian terjangkau sebagai fondasi martabat, produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.

3.Konektivitas Fisik & Digital: untuk memperkuat persatuan nasional, dan memastikan UMKM serta masyarakat di daerah memiliki akses transportasi dan internet yang setara.

4.Investasi Manusia: Prioritas pada kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai modal utama bersaing di level dunia.

5.Akselerasi Teknologi & AI: Memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan, dengan tetap berlandaskan etik, regulasi yang adaptif serta penguatan talenta digital.

 

AHY mengingatkan bahwa tantangan ke depan, mulai dari krisis iklim hingga dinamika geopolitik, memerlukan kebijakan yang jitu, bukan sekadar jargon.

"Kemakmuran adalah pengalaman hidup yang lebih baik bagi nelayan, buruh, hingga content creator muda,” ujarnya.

Acara ini juga menghadirkan tokoh-tokoh dengan beragam latar belakang seperti pengusaha Chairul Tanjung, dan Otto Toto Sugiri, akademisi Prof. Hermanto sebagai Rektor Perbanas Institute.

Selanjutnya, Dr. Yose Rizal dari CSIS, dan mantan Menteri Prof. Dr. Moh. Nuh, serta Dewan TIK Nasional Dr. Ilham Habibie.  Acara ditutup dengan arahan dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kasus Tata Kelola Minyak, Grup WA "Garda Kencana" jadi Modus Persekongkolan
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
BSI Salurkan Rp3,5 Triliun FLPP dan KUR Rp12,2 Triliun ke 90 Ribu Nasabah
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Wali Kota Nurochman Apresiasi Peran Nahdliyin se-Malang Raya, Sukseskan Mujahadah Kubro Peringatan Satu Abad NU
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
CEO The Washington Post Mundur Usai PHK Massal Ratusan Jurnalis
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
John Field, Tersangka Penyuap Bea Cukai Terkait Barang Impor Palsu Serahkan Diri ke KPK
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.