JAKARTA, KOMPAS.com - Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, pihaknya saat ini masih menyelidiki hubungan antara pelajar pelaku penyiraman air keras dengan korban yang merupakan siswa SMK.
Hal itu disampaikan Roby saat ditanya apakah pelajar dan siswa tersebut saling mengenal.
"Masih kita selidiki," ujar Roby saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026).
Baca juga: Motif Penyiraman Air Keras ke Siswa SMK Belum Terungkap, Korban Belum Bisa Diperiksa
Sebelumnya, Roby mengungkap kronologi pelajar menyiram air keras terhadap siswa SMK dia Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).
Awalnya, tiga pelajar berboncengan pada sebuah sepeda motor. Mereka sempat berhenti di pinggir jalan.
Kemudian, mereka berpapasan dengan siswa-siswa lain yang juga bonceng tiga dari arah berlawanan.
"Kemudian berpapasan sama tiga orang lain, remaja juga. Terus disiram," ujar Roby.
Air keras yang disiramkan mengenai siswa-siswa tersebut.
Akibatnya, seorang siswa cedera di bagian mata. Setelah mendapat penanganan medis, korban sudah dipulangkan.
Orangtua salah satu korban sudah melapor ke polisi. Namun, korban belum bisa diperiksa.
"Karena kemarin mau kita periksa katanya masih sakit, belum siap," kata Roby.
Baca juga: Kronologi Pelajar Siram Air Keras ke Siswa SMK di Cempaka Putih, Mata Korban Terluka
Roby memastikan korban tidak mengalami kebutaan.
"Kayaknya sih enggak ya, karena kemarin sudah di rumah," imbuh dia.
Saat ini, belum diketahui motif pelaku menyiram air keras ke pelajar lain.
Roby mengatakan, baru diketahui ada satu korban terluka. Sementara dua siswa lain belum dipastikan kondisinya.
Ketiga pelajar yang melakukan penyiraman kini sudah ditelusuri identitasnya berdasarkan rekaman CCTV.
"Maksudnya sudah ada data kendaraan dan pemilik, baru itu. Kita masih dalami," tutur Roby.
"Ya kemungkinan sudah ada (identitas pelaku), tapi belum bisa disebutkan sekarang, ini kan masih penyelidikan," tambah dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang