Pihak berwenang Prancis telah menangkap lima pelaku dugaan penculikan seorang hakim dan ibunya. Para pelaku sempat menyandera kedua korban selama sekitar 30 jam hingga mengancam akan memutilasi mereka.
"Penangkapan empat pria dan satu wanita tersebut menyusul penemuan hakim berusia 35 tahun dan ibunya yang berusia 67 tahun pada hari Jumat, ditemukan terluka di sebuah garasi di departemen Drome bagian tenggara," kata kantor kejaksaan Lyon dilansir AFP, Senin (9/2/2026).
Dalam konferensi pers yang diadakan kemudian pada hari Jumat waktu setempat, Jaksa Lyon, Thierry Dran, mengatakan bahwa pasangan hakim tersebut, yang tidak berada di rumah ketika keduanya diculik pada malam Rabu hingga Kamis, memiliki posisi penting di sebuah perusahaan rintisan mata uang kripto.
Pencarian besar-besaran oleh polisi yang melibatkan 160 petugas diluncurkan setelah ia menerima pesan dan foto pasangannya dari para penculik yang menuntut tebusan yang harus dibayar dalam mata uang kripto.
"Para penculik bahkan mengancam akan memutilasi para korban jika uang tebusan tidak segera ditransfer," kata Dran kepada wartawan, menolak untuk menyebutkan jumlah yang diminta.
Namun kedua wanita itu berhasil membebaskan diri dan meminta bantuan. Mereka diselamatkan pada Jumat pagi di Bourg-les-Valence tanpa uang tebusan yang dibayarkan, menurut jaksa penuntut.
(maa/maa)



