Mujahadah Kubro Satu Abad, Prabowo Kenang Kiprah NU dalam Kemerdekaan RI

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama atas undangan dan sambutan dalam agenda Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama yang digelar di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

Prabowo mengatakan kehadirannya dalam peringatan satu abad NU merupakan sebuah kehormatan. Dia menilai Mujahadah Kubro sebagai acara yang istimewa dan mulia, serta mencerminkan kekuatan spiritual dan kebangsaan NU.

Setiap berada di tengah warga NU, Prabowo mengaku selalu merasakan kebahagiaan dan semangat. Menurutnya, NU memancarkan kesejukan, semangat persatuan, kebersamaan, serta tekad untuk menjaga kedamaian bangsa.

“Saya merasakan semangat persatuan, semangat guyub, dan harapan atas kekuatan negara yang adil,” ujar Prabowo, Minggu (8/2/2026).

Presiden Ke-8 RI itu juga menyoroti peran besar kalangan perempuan NU. Ia mengaku terkesan dengan kekuatan dan semangat para Ibu-Ibu NU yang menurutnya menjadi energi tersendiri dalam menjaga soliditas organisasi dan bangsa.

Prabowo menegaskan, selama 100 tahun kiprahnya, NU telah membuktikan diri sebagai pilar penting kebesaran bangsa Indonesia. Ia menyebut NU selalu tampil ketika negara menghadapi situasi genting dan membutuhkan pengabdian. 

Baca Juga

  • PII Buka Suara soal Wacana Gentengisasi Prabowo Demi Estetika
  • Prabowo Terbitkan Aturan Tanah Terlantar Bisa Disita Negara, Ini Isinya
  • Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Prabowo-Khofifah Tekankan Persatuan

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan peran historis Jawa Timur dan Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Meski proklamasi kemerdekaan dilakukan di Jakarta, ia menilai ujian sejati kemerdekaan terjadi di Surabaya dan sekitarnya melalui pertempuran melawan kekuatan asing. 

Menurut Prabowo, rakyat Jawa Timur yang dipimpin para kiai dan ulama telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia tidak lagi mau tunduk pada penjajahan. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan nasional.

Presiden menegaskan NU selama ini konsisten memberi teladan dalam menjaga persatuan. Ia menekankan tidak ada bangsa yang dapat maju dan kuat apabila para pemimpinnya tidak rukun.

“Oleh karena itu, saya selalu mengajak semua unsur bangsa untuk bersatu. Kita boleh bersaing, berbeda pendapat, dan berdebat, tetapi pada akhirnya semua pemimpin harus rukun dan menjaga persatuan serta kesatuan,” kata Prabowo.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dewan Pers: Media Mainstream Masih Jadi Referensi Masyarakat!
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Halle Berry Ungkap Peran Besar Gaya Rambut Pixie dalam Mengubah Hidup dan Kariernya
• 53 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Puluhan Ribu Penerima JKN-KIS Dinonaktifkan, Pemda Ini Bisa Dicontoh: Talangi PBI Warga Miskin
• 18 menit laluharianfajar
thumb
Jalan yang Sunyi Pernah Ditempuh Bersama Siapa?
• 18 menit laluerabaru.net
thumb
PSN Merauke Jadi Harapan Ekonomi Warga Kampung Wanam
• 48 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.