Hampir setiap hari kita melihat tren kesehatan baru muncul di media sosial, menjanjikan proses detoks yang cepat atau penurunan berat badan yang kilat. Namun, tidak semua tren kesehatan tersebut cocok untuk tubuh perempuan karena tubuh kita membutuhkan perlakuan yang berbeda.
Dari kardio berlebih hingga konsumsi cuka apel tanpa aturan, beberapa tren kesehatan populer ini justru bisa menjadi bumerang bagi kesehatan jangka panjang. Melansir Your Tango, berikut 6 tren kesehatan yang sebaiknya ditinggalkan demi menjaga keseimbangan hormon dan sistem metabolisme tubuh.
1. Puasa IntermitenPuasa intermiten dan dampaknya pada hormon perempuan/Foto: Freepik.com/Freepik
Puasa intermiten sering dipromosikan sebagai cara cepat untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki metabolisme. Banyak perempuan mencoba pola makan ini dengan harapan hasil instan tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh masing-masing.
Puasa intermiten yang dilakukan terlalu ketat dapat memicu peningkatan hormon stres, gangguan siklus menstruasi, serta rasa lelah berkepanjangan. Alih-alih memaksakan jendela puasa tertentu, tubuh kita justru membutuhkan pola makan yang lebih stabil dan konsisten agar keseimbangan hormon tetap terjaga.




