PLN Cari Dana Rp25,29 Triliun Lewat Obligasi Dolar AS

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) menggalang dana lewat penerbitan surat utang atau obligasi global senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp25,29 triliun (asumsi kurs Rp16.860 per US$). Dana yang terhimpun akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan hingga pembangkit listrik non-batu bara.

Bertindak sebagai penasihat hukum atas penerbitan obligasi tersebut adalah firma hukum global Clifford Chance. Selain penerbitan obligasi terbaru PLN tersebut, Clifford Chance juga telah memberikan nasihat kepada para arranger dan dealer terkait pembaruan program Global Medium Term Note (GMTN) PLN senilai US$15 miliar.

Menurut pernyataan Clifford Chance, penerbitan obligasi terbaru PLN terdiri atas dua seri (tranche), yakni obligasi senilai US$500 juta dengan bunga 4,75% yang jatuh tempo pada 2031 dan obligasi senilai US$1 miliar dengan bunga 5,45% yang jatuh tempo pada 2036.

Transaksi ini menandai kembalinya PLN ke pasar obligasi dolar Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya sejak 2020.

“Kami senang dapat mendukung perbankan dalam transaksi penting ini. Keberhasilan PLN kembali ke pasar obligasi dolar AS mencerminkan kuatnya kepercayaan investor internasional terhadap sektor infrastruktur Indonesia serta terhadap kredit berkualitas tinggi yang memiliki keterkaitan dengan negara," kata Lead Partner Clifford Chance Alan Yeung melalui keterangan resminya, dikutip Senin (9/2/2026).

Sindikasi perbankan dalam transaksi ini meliputi Citigroup, HSBC, Mandiri Sekuritas, MUFG Securities Asia Limited Cabang Singapura, SMBC Nikko Securities (Hong Kong) Limited, dan Standard Chartered Bank.

Baca Juga

  • Microsoft Jalin Kontrak dengan PLN, 200 MW Energi Terbarukan untuk Data Center
  • PLN Belum Kantongi Kandidat PLTU Pengganti Cirebon-1 untuk Disuntik Mati
  • Konsumsi Tumbuh, PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh Sepanjang 2025

Adapun, dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia, khususnya pada sektor transmisi, distribusi, serta proyek pembangkitan non-batu bara.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Keseruan Motoride-X Games di IIMS 2026, Fun Race Komunitas Motor | SAPA PAGI
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Pedagang Es Kelapa yang Acungkan Golok ke Wali Kota Bekasi Dibebaskan
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Sempat Ditekan Jay Idzes Cs, Inter Milan Era Chivu Lagi-lagi Buktikan Kualitas sebagai Monster Serie A Usai Menang 5-0 atas Sassuolo
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Fakta-Fakta Pria Ditemukan Meninggal dengan Wajah Terbungkus Plastik dalam Kamar Kos di Lampung
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Penganiaya Driver Ojol di Jakbar Bukan Paspampres, Diduga Anggota TNI
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.