Telolet, Karaoke, dan Tawa Anak-Anak di Atas Odong-Odong Kembangan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Mobil itu tampak berjalan mencolok di antara lalu lintas yang melaju ramai di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin pagi. Suara telolet mendadak terdengar, disusul riuhnya tawa para bocah.

Kombinasi warna kendaraannya yang kontras, dengan setengah bagian bodi mobil terbuka, membuatnya menjadi 'primadona' di tengah bentuk kendaraan lain yang cenderung seragam.

Tak lama, satu mobil lain dengan bentuk serupa menyusul. Di dalamnya tampak sejumlah ibu mendampingi anak-anak mereka. Salah satunya memegang mikrofon. Mereka terlihat kompak bersenandung sambil menyimak lirik lagu di layar depan.

Kendaraan Tamasya Tak Bikin Mabuk

Mobil unik bernama odong-odong itu ternyata disewa oleh rombongan ibu dan anak-anak untuk bertamasya. Mereka kemudian berhenti di tepi Kantor Pemadam Kebakaran Kembangan, Jakarta Barat. Rombongan tersebut mengunjungi markas Damkar dan bermain air, sementara odong-odong yang menepi tampak unik dalam diamnya.

Galeh (21), sopir odong-odong, mengatakan alasan kendaraannya menjadi pilihan bertamasya adalah karena bentuknya yang tak biasa. Kendaraan yang kanan kirinya langsung berbatasan dengan angin itu membuat nyaman penumpang, tak bikin mabuk.

“Kalau di odong-odong itu kan karena kanan-kirinya adem. Kalau saya tanya penumpang tuh karena dia kalau naik mobil pribadi kan mabuk. Kebanyakan pada mabuk,” kata Galeh kepada kumparan, Senin (9/2).

Galeh yang telah menjadi sopir odong-odong selama empat tahun ini menjelaskan, kendaraannya tidak beroperasi seperti angkutan umum pada umumnya, melainkan hanya berdasarkan pesanan. Sesekali ia masuk ke kampung-kampung untuk membawa anak-anak berkeliling dan kembali ke titik awal.

“Kalau saya sama transportasi umum beda. Kalau saya itungannya buat panggilan doang. Atau jalan keliling di perkampungan dalam buat muter-muter aja, cuman itu jarang. Kita gak berani ngambil di pinggir jalan. Karena kan itu udah ada haknya, kayak angkot,” ucap Galeh.

Ada Fasilitas Karaoke

Odong-odong milik Galeh tidak hanya digunakan untuk bertamasya oleh para ibu bersama anak-anak mereka, tetapi juga untuk kepentingan pribadi para ibu, seperti menghadiri acara kondangan. Berkaraoke di dalam odong-odong menjadi aktivitas yang kerap dilakukan.

“Ya, kalau ibu-ibu biasanya karaokean, biasanya dikasih karaoke,” ucap Galeh.

Wahana karaoke di dalam odong-odong ini ditunjang oleh keberadaan televisi yang tergantung di bagian depan, dilengkapi satu mikrofon dan pengeras suara dengan volume menggelegar. Menurut Galeh, fasilitas suara, khususnya musik, merupakan hal wajib bagi odong-odong.

“TV nyala, karaokean. Sama kadang hiburannya ada teloletnya. Jadi buat jalan-jalan kalau pas ada anak-anak minta telolet gitu, dinyalakan,” tutur Galeh.

“Kalau odong-odong itu musik wajib, utama musik,” tambahnya.

Telolet Daya Tarik

Bunyi telolet menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak untuk menaiki odong-odong. Senyum ceria tampak merekah di wajah mereka ketika suara telolet bergema.

“Kan anak-anak senangnya di odong-odong kan ada telolet, ada musiknya kan gitu. Jadi saya tariknya odong-odong itu terutama anak-anak ada klakson teloletnya,” ungkap Galeh.

Galeh menekankan, odong-odong yang ia kemudikan tak pernah mengalami insiden buruk. Ia selalu memastikan kondisi keamanan kendaraan setiap kali akan digunakan membawa penumpang.

“Karena kita kan sebelum jalan tuh wajib ngecek itu keadaan mesin, terutama keadaan rem. Kalau kita wajib itu, enggak berani sembarang asal jalan. Surat-surat kendaraan komplit,” kata Galeh.

Ada Paguyuban Odong-Odong

Ia juga menjelaskan, para pemilik dan sopir odong-odong memiliki paguyuban tersendiri.

Paguyuban tersebut rutin menggelar pertemuan bulanan untuk membahas aspek keamanan.

“Jadi kita ada paguyubannya dan ada pertemuan tuh sebulan sekali. Jadi kita bahas ya biar gimana di jalan tetep safety gitu. Semisalnya kita mau jalan mobil ada yang kurang gitu, kita gak mau maksain. Entar penumpang dioper ke mobil teman,” ucap Galeh.

Odong-odong yang dikemudikan Galeh dapat menampung sekitar 20 orang dewasa atau 25 anak-anak. Tarif sewa dibanderol bergantung pada jarak tempuh.

Sementara untuk berkeliling di dalam perkampungan, anak-anak cukup membayar Rp 5 ribu per orang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemilu Jepang 2026 : Koalisi PM Sanae Takaichi Menang Telak 
• 17 jam laluerabaru.net
thumb
AFK Bulukumba Apresiasi Futsal Indonesia usai Keluar Sebagai Runner-up di AFC Futsal Asian Cup
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Perempuan, Aktor Kunci dan Garda Terdepan Menghadapi Krisis Iklim 
• 20 jam lalukompas.id
thumb
Dari Kemenkeu ke BI: Thomas Djiwandono Resmi Jabat Deputi Gubernur Usai Diambil Sumpah oleh MA
• 28 menit lalumatamata.com
thumb
Gustavo Franca Minta Malut United Tak Larut Kecewa, Seusai 2 Kekalahan Beruntun
• 16 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.