Mantan kepala pengamanan pribadi PM Israel Benjamin Netanyahu buka-bukaan. Dia membongkar perilaku buruk Netanyahu, istrinya yang bernama Sara, dan anak lelakinya yang bernama Yair.
Ami Dror, mantan pengawal itu, bahkan menyerukan agar Netanyahu segera diadili.
Dror membongkar borok keluarga Netanyahu saat tampil dalam podcast dengan jurnalis Miki Levin untuk media Israel, Maariv, pada 7 Februari.
Kesaksian Dror ini dikutip sejumlah media Timteng seperti Roya News (Yordania) dan Al-Mayadeen (Lebanon),
Dror membagikan insiden-insiden di balik pintu kediaman Netanyahu, antara lain:
Yair Memukul NetanyahuDror menyebutkan bahwa Yair pernah menyerang ayahnya secara fisik yang membuat pengawalnya turun tangan. Ia mendeskripsikan serangan Yair kepada ayahnya bukan sekadar perselisihan biasa, melainkan "serangan nyata yang membutuhkan tindakan intervensi."
Dampak dari kekerasan ini, Yair hengkang dari tanah pendudukan Israel dan menetap di Miami, AS. Dror menekankan bahwa kepindahan tersebut "bukan atas kemauan sendiri, melainkan terpaksa."
Netanyahu Tak Bayar Tagihan di RestoranDror juga melontarkan kritik keras terhadap kepribadian Netanyahu. "Netanyahu tidak pernah menjadi orang yang beretika. Menurut pandangan saya, Anda tidak akan menemukan satu pun orang yang bekerja bersamanya di unit pengamanan pribadi yang akan membela moralitasnya," ujarnya.
Ia mencontohkan Netanyahu "makan di restoran tapi tidak membayar, lalu membebankan biayanya kepada orang lain.” Dalam kasus ini, pengawal Netanyahu terpaksa merogoh kocek untuk membayar tagihan bosnya itu.
Ia juga menegaskan bahwa kekuasaan justru menjadi racun yang memperburuk watak Netanyahu—merusak tidak hanya dirinya, tapi juga keluarganya hingga lingkaran terdalamnya.
Sara KleptomaniaMengenai istri Netanyahu, Sara, Dror secara blak-blakan menyebutnya menderita kleptomania. "Saya sudah mengatakannya sebelumnya, dan saya tetap pada pernyataan itu: Sara Netanyahu menderita kleptomania,” ujarnya.
Dror mengaku menyaksikan sendiri bagaimana kado-kado dan handuk menghilang dari hotel tempat mereka menginap.
Staf hotel lantas menanyakan kepada tim keamanan tentang barang-barang yang hilang setelah keluargaNenyathu tersebut pergi.
Dror menegaskan bahwa hadiah yang diberikan kepada perdana menteri harusnya adalah "milik negara, bukan milik keluarga.”
Dror juga menjuluki Sara sebagai "wanita yang jahat”. Sara dinilai melakukan konsolidasi kekuasaan di dalam rumah tangga, bahkan mempengaruhi proses hukum di Israel demi melindungi posisi putranya.
Menurut Dror, Netanyahu ingin meningkatkan profil publik istrinya dari waktu ke waktu, mencoba memposisikannya sebagai tokoh politik seperti Hillary Clinton yang berkualitas dan tangguh.
“Dia (Netanyahu) mencoba mengubahnya (Sara) menjadi Hillary Clinton. (Tapi) Dia bukan Hillary Clinton," kata Dror, menunjukkan kegagalan upaya Netanyahu.
Penjarakan NetanyahuDror mengakhiri pernyatannya dengan menegaskan dukungannya agar Netanyahu dipenjara karena menerima gratifikasi dan menghalangi proses peradilan.
"Ya, saya ingin dia dipenjara, bukan karena dendam, tapi demi keadilan,” katanya.
Dia juga menyalahkan Netanyahu atas kegagalan penanganan tawanan/sandera Israel di Gaza. Menurutnya, kalkulasi politik dan penundaan yang sengaja dilakukan telah menghambat kepulangan para tawanan yang masih hidup dari Gaza.
Keluarga Netanyahu maupun Kantor Perdana Menteri belum menanggapi tuduhan eks pengawalnya yang sekarang turut dalam barisan memprotes kebijakan Netanyahu ini.
Kasus Hukum Netanyahu, Sara & YairSara Netanyahu (67 tahun) sebelumnya dinyatakan bersalah pada 2019 atas kasus penyalahgunaan dana negara untuk pemesanan katering mewah dan diwajibkan membayar denda/ganti rugi. Ia juga kerap menghadapi gugatan hukum terkait perlakuan buruk terhadap staf rumah tangganya.
Sementara itu, sang suami, Benjamin Netanyahu (76 tahun), hingga kini masih menjalani persidangan panjang atas tiga kasus korupsi utama yang menjeratnya sejak 2019.
Putranya, Yair Netanyahu (34 tahun), juga memiliki catatan hukum panjang. Ia pernah divonis membayar ganti rugi ratusan ribu shekel kepada sejumlah aktivis dan jurnalis akibat unggahan provokatif dan fitnah di media sosial.
Kini, Yair juga terseret dalam penyelidikan atas dugaan intervensi ilegal dalam penunjukan pejabat negara serta upaya menghalangi keadilan demi melindungi ayahnya.


