Harga Bawang Putih Turun Tipis pada Awal Februari, Masih di Atas HAP

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga bawang putih nasional mengalami penurunan tipis pada pekan pertama Februari 2026. Meski demikian, harga komoditas tersebut masih berada di atas harga acuan penjualan (HAP) konsumen yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp38.000 per kilogram.

Ateng Hartono Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS mengatakan, rata-rata harga bawang putih nasional pada periode tersebut tercatat sebesar Rp39.743 per kilogram.

Angka ini turun 0,17 persen dibandingkan Januari 2026 yang berada di level Rp39.813 per kilogram.

“Di rata-rata harga pada kondisi Februari 2026, yaitu Rp39.743 (per kilogram). Ada 122 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga di bawang putih,” ujar Ateng dilansir dari Antara pada Senin (9/2/2026).

BPS mencatat, meskipun lebih dari seratus daerah mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), disparitas harga bawang putih secara nasional masih relatif terkendali dan tidak setinggi komoditas cabai rawit.

Secara nasional, harga bawang putih tertinggi tercatat mencapai Rp100.000 per kilogram, sementara harga terendah berada di kisaran Rp24.000 per kilogram. Harga tertinggi tersebut ditemukan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, serta Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Sementara itu, sejumlah daerah mencatat harga yang mendekati HAP. Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, misalnya, harga bawang putih berada di kisaran Rp38.000 per kilogram.

Di sisi lain, BPS juga melaporkan perkembangan harga bawang merah. Pada Februari 2026, harga rata-rata nasional bawang merah tercatat sebesar Rp41.376 per kilogram, sedikit berada di bawah HAP bawang merah yang ditetapkan sebesar Rp41.500 per kilogram.

Dibandingkan Januari 2026, harga bawang merah mengalami penurunan cukup signifikan, yakni sebesar 6,53 persen. Meski demikian, BPS mencatat masih terdapat 64 kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan IPH untuk komoditas tersebut.

Ateng mengungkapkan, beberapa daerah bahkan mencatat lonjakan harga bawang merah yang cukup tajam. Salah satunya Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dengan harga mencapai Rp80.000 per kilogram dan kenaikan IPH sebesar 44,46 persen. Harga bawang merah di Boven Digoel tercatat sekitar 92,7 persen di atas HAP.

Kondisi serupa juga tercatat di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah daerah lainnya. Namun demikian, sebagian besar kabupaten dan kota masih mencatat harga bawang merah di bawah HAP. Salah satunya Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan harga sekitar Rp27.000 per kilogram. (ant/saf/iss)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trump Ungkap Xi Jinping Bakal Kunjungi AS pada Akhir 2026
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Insentif Berkurang, BYD Optimistis Pasar Mobil Listrik Tetap Tumbuh
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
[FULL] Pelajaran dari Kisah Pilu Siswa SD di Ngada NTT, Siapa Harus Berbenah? | CAKOM
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
AHY: Tata Ruang Tidak Boleh Sekedar sebagai Dokumen Formal
• 3 jam lalueranasional.com
thumb
Pemda Ambil Alih Pengelolaan Bandung Zoo, Siapkan Konsep Baru
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.