Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memanggil produsen kopi lokal yang produknya diduga berkaitan dengan risiko gangguan ginjal.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, pemanggilan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan pengawasan keamanan pangan setelah muncul laporan masyarakat terkait dampak kesehatan dari konsumsi produk tersebut. Proses pendalaman saat ini ditangani oleh Deputi Bidang Pangan.
“Kita lagi evaluasi dan awasi. Dari BPOM, khususnya Deputi Bidang Pangan, sudah memanggil pihak terkait,” ujarnya saat dikonfirmasi, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (9/2).
Pada kesempatan itu, Ikrar belum mau mengungkap detail merek produk yang dipanggil maupun hasil awal pemeriksaan. “Belum ada kelanjutannya, karena baru dipanggil,” kata Taruna.
Isu ini muncul di tengah rangkaian temuan BPOM terhadap produk obat bahan alam (OBA) dan pangan olahan yang mengandung bahan kimia obat (BKO) berbahaya. Pada pengawasan Agustus lalu, BPOM menemukan 19 produk ilegal yang terbukti dicampur BKO, sebagian di antaranya berupa produk kopi kemasan.
Melansir laman resmi BPOM, beberapa merek kopi yang teridentifikasi mengandung sildenafil sitrat, zat yang seharusnya hanya digunakan dalam obat resep, antara lain Kopi Macho, Kopi Jantan Gali-Gali, Kopi Arjuna, dan Kopi Stamina Dewa Jantan.
Zat tersebut berpotensi memicu efek samping serius seperti gangguan jantung, kerusakan ginjal, hingga kematian jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis.
Selain sildenafil, BPOM juga menemukan kandungan berbahaya lain seperti tadalafil, sibutramin, deksametason, natrium diklofenak, parasetamol, dan betametason pada sejumlah produk herbal ilegal.
BPOM menegaskan obat bahan alam maupun pangan olahan seharusnya tidak mengandung bahan kimia obat. Praktik pencampuran BKO dinilai menyesatkan konsumen karena produk diklaim sebagai herbal alami, padahal mengandung zat obat keras.
Penggunaan BKO pada produk kopi dan herbal sering dikaitkan dengan klaim peningkatan stamina secara instan. Namun efeknya dapat membahayakan organ vital, terutama ginjal dan jantung.

