FAJAR, JAKARTA – Dunia diplomasi dan militer Indonesia berduka atas berpulangnya Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Republik Filipina. Tokoh yang dikenal sebagai salah satu pemikir terbaik TNI ini mengembuskan napas terakhir pada usia 78 tahun di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Minggu (8/2/2026) malam pukul 20.15 WIB.
Lahir di Surakarta pada 8 Juni 1947, Agus Widjojo memiliki latar belakang keluarga pejuang yang kuat. Ia merupakan putra dari Pahlawan Revolusi, Mayor Jenderal TNI (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo, yang gugur dalam peristiwa G30S. Mengikuti jejak sang ayah, Agus menempuh pendidikan militer di AKABRI dan lulus pada tahun 1970.
Selama berkarier di TNI Angkatan Darat, Agus tidak hanya dikenal sebagai perwira lapangan, tetapi juga sebagai intelektual strategis. Ia memainkan peran krusial dalam reformasi internal TNI pasca-1998. Bersama Susilo Bambang Yudhoyono, di bawah arahan Jenderal Wiranto, ia merumuskan konsep “Paradigma Baru TNI” yang mendorong militer untuk keluar dari kancah politik praktis dan kembali fokus pada fungsi pertahanan negara.
Setelah purnatugas dari militer pada tahun 2003, pengabdian Agus Widjojo terus berlanjut di berbagai sektor strategis:
Wakil Ketua MPR RI: Mewakili Fraksi TNI/Polri pada periode 2001–2003.
Gubernur Lemhannas RI: Menjabat selama enam tahun (2016–2022) di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Duta Besar RI untuk Filipina: Dilantik pada 12 Januari 2022, dengan wilayah akreditasi tambahan Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengenang Agus sebagai teladan pengabdian yang gigih. Meski kondisi kesehatannya menurun belakangan ini, almarhum tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas diplomasinya di Manila.
Penghormatan Terakhir
Pemerintah Filipina, melalui Dubes Christopher B. Montero, menyampaikan duka cita mendalam dan menyebut Agus sebagai sosok diplomat sejati yang telah memperkuat hubungan bilateral kedua negara, terutama di momen peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Filipina.
Jenazah Agus Widjojo telah menerima penghormatan terakhir di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, sebelum diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Upacara pemakaman dilaksanakan secara militer dengan Menlu Sugiono bertindak sebagai inspektur upacara. (*/)
Kepergian sang “Jenderal Pemikir” ini meninggalkan warisan intelektual yang besar bagi doktrin pertahanan dan demokrasi di Indonesia. Selamat jalan, Pak Agus Widjojo. (*)




