Diduga Lecehkan Siswi, Oknum Guru SMA di Pasar Rebo Diberhentikan Tidak Hormat

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua oknum guru sebuah SMA wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diduga melecehkan siswinya, telah diberhentikan secara tidak hormat.

Kepala sekolah setempat, Supardi, memastikan terduga pelaku sudah tidak lagi berstatus sebagai tenaga pendidik di sekolahnya.

"Yang jelas pelaku sudah selesai, diberhentikan secara tidak hormat," kata Supardi saat ditemui di sekolahnya, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Penganiaya Driver Ojol di Jakbar Bukan Paspampres, Diduga Anggota TNI

Supardi menjelaskan, pemberhentian dilakukan sejak 9 Januari 2026 setelah laporan diterima pihak sekolah. Meski demikian, terdapat mekanisme selama 14 hari kerja.

"Dari terhitung laporan, tanggal 9 dikeluarkan menunggu 14 hari kerja. Sudah tidak mengajar dan tidak beraktivitas di lingkungan sekolah kami," kata Supardi.

Namun, Supardi mengaku tidak dapat berkomentar lebih jauh terkait proses hukum yang berjalan maupun kemungkinan kedua oknum guru tersebut mengajar di tempat lain.

"Kalau untuk itu (mengajar di tempat lain) kan bukan kewenangan saya, nanti ada departemen yang lain yang mengurus itu. Kami hanya bisa sampai di situ, kalau proses hukum berjalan, itu sudah menjadi hal yang lain lagi," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah siswa sebuah SMA di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur, menggelar demo menyusul adanya dugaan pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru terhadap siswinya, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, para siswa membawa poster dan menyampaikan orasi, menuntut keadilan atas dugaan kasus pelecehan tersebut.

Para siswa juga menyebutkan bahwa dugaan pelecehan tidak hanya terjadi baru-baru ini, tetapi diduga telah berlangsung sejak lama. Hal itu diperkuat oleh sejumlah alumni yang mulai berani menyuarakan pengalaman serupa.

Baca juga: Pelajar Tewas akibat Jalan Berlubang, Pemprov DKI Tanggung Biaya Pemakaman

Sementara itu, pengacara salah satu korban berinisial N, Wanda Al-Fathi Akbar, menjelaskan bahwa dugaan pelecehan dilakukan melalui pesan di grup WhatsApp.

"Oknum guru, nah, itu yang saling chat-chat-an jadi by WhatsApp ya. Dari WhatsApp itu saling membicarakan si korban. Membicarakan korban dan siswa-siswa lainnya mengenai fisik lah," jelas Wanda di sekolah tersebut, Senin.

Wanda menuturkan, jumlah korban diduga lebih dari dua orang. Namun, hingga kini baru beberapa siswi yang berani berbicara dan mengaku menjadi korban.

Selain pelecehan verbal, ia juga mengaku menerima informasi bahwa sejumlah korban diduga mengalami pelecehan fisik.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kalau untuk berapa pastinya saya kurang tahu, tapi yang tadi info dari teman-teman siswa itu lebih dari dua orang, salah satunya N klien kami," jelasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ramadan Belum Mulai, Dompet Warga Cirebon Sudah Diuji Harga Cabai
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Menutup Kebenaran Bisa Jadi Bentuk Kebohongan | KALAM HATI
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Taklukan Medan Falcons, Jakarta Pertamina Enduro puncaki klasemen
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Ciri Orang yang Terlihat Paling Bahagia di Media Sosial tapi Sebenarnya Sangat Kesepian
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ketua MA Dukung OTT KPK di PN Depok, Tegaskan Tak Ada Perlindungan Hakim Korup
• 2 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.