Jakarta: Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP hanya menguji dua mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, karena keduanya dinilai sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran siswa.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan bahwa Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan literasi siswa. Melalui penguasaan bahasa, siswa dilatih untuk memahami bacaan, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan secara runtut dan logis.
Baca Juga :
Simulasi TKA SD dan SMP 2026: Jadwal dan Link AksesSementara itu, Matematika berfungsi sebagai dasar penguatan kemampuan numerasi. Mata pelajaran ini melatih siswa dalam berhitung, membaca dan mengolah data, serta memecahkan masalah secara sistematis. Kemampuan numerasi juga dinilai sangat relevan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari.
Rahmawati menambahkan, jika literasi dan numerasi siswa sudah kuat, maka proses memahami mata pelajaran lain akan menjadi lebih mudah. Kedua kemampuan dasar tersebut menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan akademik maupun nonakademik.
Sebagai informasi, TKA merupakan tes akademik yang bersifat tidak wajib. Meski demikian, hasil TKA dapat digunakan sebagai gambaran kemampuan belajar siswa secara objektif.
Pada pelaksanaan TKA 2026, siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP akan mengikuti tes yang mencakup Bahasa Indonesia dan Matematika. Saat ini, pendaftaran TKA untuk jenjang SD dan SMP masih dibuka bagi peserta yang ingin mengikuti asesmen tersebut.



