JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menunjukkan ke publik salinan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tanpa sensor pada 9 item informasi.
Bonatua mengaku berterima kasih kepada KPU yang telah menyerahkan salinan ijazah Jokowi tanpa sensor kepadanya.
"Meskipun kita perjuangannya panjang, saya juga berterima kasih ke KPU," katanya di KPU RI, Jakarta, pada Senin (9/2/2026), dipantau dari video YouTube KompasTV.
"Meskipun tadinya sempat mengeluarkan, sempat menolak permintaan informasi saya, sempat mengeluarkan peraturan 731, melakukan uji konsekuensi, sempat kita bersidang susah payah, sempat juga saling bantah-membantah, tapi itu sudah close. Kita selesaikan permasalahan kita."
Bonatua menyampaikan bakal membagikan informasi salinan ijazah Jokowi tersebut melalui media sosial pribadinya.
"Nah, untuk itu sebagai orang yang punya tanggung jawab moral, saya memutuskan membagikan ini di media sosial saya ya, bisa dicek di media sosial saya. Artinya kalau kalian mau meneliti, jangan pakai teliti yang dibikin orang lain," tuturnya.
Baca Juga: Bonatua Tunjukkan Salinan Ijazah Jokowi dari KPU RI: Saya Putuskan Membagikan Ini ke Publik
Ia pun menambahkan dokumen berupa salinan ijazah Jokowi yang diterima dari KPU bisa dijadikan sebagai bahan diskusi publik.
"Kita dari sini mari berbicara dengan gaya peneliti, tapi jangan sembarangan tuduh," ujarnya.
Menurut Bonatua, saat ini ada keterbelahan pandangan publik terkait ijazah Jokowi. Namun, ia berharap masyarakat tidak akan terbelah lagi dengan adanya publikasi salinan ijazah Jokowi dari KPU.
"Menurut saya sekarang ada tiga masyarakat Indonesia terbelah. Pertama orang yang percaya bahwa ijazah beliau ada dan asli, dan orang yang ragu-ragu, serta yang ketiga adalah orang yang tidak percaya," ujarnya.
Bonatua menilai, selama ini publik dijebak pada situasi yang sudah pada ranah keyakinan, bukan ranah ilmiah.
"Nah, dengan adanya ini, pada intinya kita mencoba menawarkan suatu pendekatan baru, yaitu pendekatan fakta empiris. Karena saya peneliti, inilah hasil fakta empiris itu," ucapnya.
"Jadi, saya harap masyarakat yang terbelah tadi yang tiga itu, kembali jadi masyarakat ilmiah yang mari melihat ini semua sebagai alat sah untuk diteliti."
Baca Juga: Panas! Majelis KIP Tegur Bonatua saat Tanya Ahli Alamsyah Saragih di Sidang KIP Ijazah Gibran
Majelis KIP Kabulkan Gugatan BonatuaMajelis Komisi Informasi Publik (KIP) memutuskan menerima seluruh permohonan gugatan Bonatua Silalahi terkait sengketa infromasi keterbukaan publik ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- bonatua
- bonatua silalahi
- kpu
- kpu ri
- ijazah jokowi
- salinan ijazah jokowi


