FAJAR, MAKASSAR – Senin sore di pesisir Tallo, keluarga Hery (43) masih menunggu kabar. Nelayan itu berpamitan kepada istrinya Minggu dini hari untuk mencari ikan, namun tak pernah kembali.
Sekitar pukul 10.00 Wita, warga menemukan perahu miliknya terombang-ambing tanpa awak di dekat tanggul Pelabuhan Newport. Sejak saat itu, harapan keluarga bertumpu pada tim gabungan yang menyisir perairan. “Korban tidak ada di kapal,” ujar seorang warga yang pertama kali melihat perahu tersebut.
Menindaklanjuti laporan warga, aparat kepolisian segera berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait. Tim Basarnas tiba di lokasi melalui Pelabuhan Paotere sekitar pukul 11.30 Wita, lalu melakukan pemetaan awal area pencarian berdasarkan titik temuan perahu.
Hingga pukul 14.20 Wita, apel gabungan digelar diikuti personel Basarnas, BPBD Kota Makassar, Damkar, Polsek Ujung Tanah, dan Polsek Kawasan Paotere. Apel dipimpin Dantim Basarnas Febrianto serta dihadiri Kapolsek Kawasan Paotere IPTU Ibnu Chaerul R.
“Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan unsur gabungan,” ujar IPTU Ibnu Chaerul R.
Tim gabungan menyisir perairan sekitar Tallo hingga wilayah pelabuhan terdekat, menyesuaikan dengan arah arus dan kondisi gelombang laut. Aparat juga menghimpun keterangan dari nelayan sekitar untuk memperluas informasi kemungkinan pergerakan korban.
Kondisi cuaca di perairan Makassar dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi angin laut dan gelombang sedang. Faktor ini dinilai dapat memengaruhi pergerakan perahu maupun korban, sehingga pola pencarian terus dievaluasi secara berkala.
“Hari ini ditutup jam 5,” kata Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli, Senin sore. Ia menegaskan pencarian akan kembali dilanjutkan Selasa dengan strategi baru, mempertimbangkan keselamatan personel serta kemungkinan perluasan area penyisiran.
Di tengah ketidakpastian, keluarga Hery tetap berharap. Sahrul (53), kakak korban, hanya bisa berdoa agar adiknya segera ditemukan. “Kami menunggu kabar baik,” ucapnya lirih.
BPBD pun mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna aktivitas laut, agar selalu mengutamakan keselamatan serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. (an/*)


