Penulis: Adhitya Putratama
TVRINews, Gunungkidul
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sebagian besar masyarakat memanfaatkan waktu untuk berziarah ke makam para leluhur, termasuk warga di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Momentum ini digunakan masyarakat untuk mendoakan arwah leluhur dengan mendatangi pemakaman.
Tradisi ziarah kubur yang rutin dilakukan setiap menjelang bulan Ramadan ini membawa berkah tersendiri bagi para penjual bunga tabur, salah satunya di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul.
Tradisi yang telah berlangsung sejak puluhan tahun ini berdampak signifikan pada meningkatnya penjualan bunga tabur. Dibandingkan dengan hari biasa, penjualan bunga tabur saat menjelang bulan Ramadan meningkat hingga tiga kali lipat.
Jika sebelumnya para penjual hanya mampu menjual sepuluh hingga dua puluh kilogram per hari, kini mereka rata-rata mampu menghabiskan hingga lima puluh kilogram bunga tabur setiap harinya.
Salah satu penjual bunga tabur, Ami, mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir, setiap hari dirinya mampu meraup omzet sekitar tiga hingga lima juta rupiah. Bahkan, tingginya permintaan bunga tabur membuat Ami harus menambah stok dengan membeli bunga dari produsen hingga dua kali sehari.
“Alhamdulillah ada peningkatan penjualan, hari ini sudah masuk 75% padahal masih tanggal 8 februari, padahal hari H nya tanggal 16 atau 17 februari, paling sedikit orang membeli itu lima ribu, kalo yang kebanyakan sepuluh ribu, dua puluh lima ribu, lima puluh ribu hingga seratus ribu,” ucap Ami pada Senin 9 Februari 2026.
Tingginya permintaan bunga tabur untuk ziarah ini diprediksi akan mencapai puncaknya pada sehari menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.
Editor: Redaktur TVRINews





