Bisnis.com, BATAM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Batam sepanjang awal 2026 meningkat tajam dibanding tahun lalu. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Batam mencatat 27 kejadian karhutla dari total 47 kebakaran sejak 1 Januari hingga 5 Februari 2026, lebih dari 2 kali lipat dibanding periode yang sama pada 2025.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Damkar Batam Andi M. Yusuf mengatakan kebakaran paling banyak terjadi di lahan kosong, semak, dan area hutan yang kering, diperparah dengan cuaca panas dan angin kencang.
"Lahan kering dan semak belukar menjadi zona paling rawan," kata Andi belum lama ini.
Selain lahan dan hutan, kebakaran akibat tumpukan sampah dan ban bekas juga tercatat 10 kejadian, sementara sisanya meliputi rumah, kios, gudang, dan fasilitas umum. Kecamatan Batam Kota menjadi wilayah paling terdampak dengan 16 kasus karhutla, diikuti Kecamatan Nongsa delapan kasus.
Damkar Batam mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan, menjaga area kering bebas dari api, serta memastikan instalasi listrik aman.
"Warga juga diminta segera melapor melalui Call Centre 112 bila melihat tanda kebakaran untuk meminimalkan kerugian dan risiko penyebaran," ucapnya.
Baca Juga
- 660 SPPG di Sumsel Berpotensi Picu Inflasi, KPPG Keluarkan Aturan Belanja
- Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung Ditutup Sementara 3 Hari, Ini Jadwalnya!
- Kebakaran Hutan dan Lahan, Riau Minta Bantuan Helikopter Pemadam BNPB
Andi menekankan, kewaspadaan warga menjadi kunci mencegah karhutla meluas, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.
"Dengan kesadaran tinggi, kita bisa menekan risiko kebakaran lahan dan hutan yang dapat berdampak serius bagi lingkungan dan ekonomi lokal," ujarnya.





