Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan mengaudit proses pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi senilai Rp361 triliun pada tahun 2025.
Purbaya menyatakan bahwa seharusnya angka restitusi tidak sebesar itu. Meski demikian, dia menyebut restitusi pada 2025 merupakan akumulasi dari kelebihan pembayaran pajak dua tahun sebelumnya.
"Yang tahun lalu tuh ada [restitusi] dua tahun sebelumnya ditumpuk ke [2025] dan enggak dikontrol restitusinya. Sekarang saya kontrol restitusinya dalam pengertian gini, yang besar-besar saya akan lihat betul," terangnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Tidak hanya memperketat untuk 2026, mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menyebut akan melihat kembali pembayaran restitusi 2025 yang tembus Rp361 triliun. Dia menyebut akan melakukan audit khususnya terhadap restitusi yang dalam jumlah besar.
"Tahun lalu yang besar-besar akan saya suruh audit, orang-orang saya ada yang main apa enggak. Kami serius lah," tuturnya.
Menurut hitungan kasar Purbaya, apabila tidak ada tekanan dari restitusi jumbo, ada peluang penerimaan pajak 2026 bisa mencapai Rp2.492 triliun atau melebihi target APBN yakni Rp2.357,7 triliun. Hal ini turut disampaikan Purbaya pada rapat dengan Komisi XI DPR Rabu pekan lalu.
Baca Juga
- "Amnesti' Penunggak BPJS, Purbaya Bakal Suntik Rp20 Triliun
- Harapan Purbaya dan DPR ke Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono
- Jumlah Kelas Menengah Susut, Purbaya Tak Beri Insentif Khusus
Masalahnya, basis pertumbuhan penerimaan pajak dari realisasi 2025 terlampau rendah yakni Rp1.917,6 triliun. Pada tahun lalu, realisasi penerimaan pajak hanya 87,6% dari target APBN yakni Rp2.189,3 triliun.
Hitungan Purbaya itu apabila dalam 11 bulan ke depan pertumbuhan penerimaan pajak bisa setinggi pada Januari 2026, yakni 30,8% (YoY) dibandingkan Januari 2025.
"Kami kasih sinyal bahwa yang katanya enggal mungkin itu, dengan hitungan kasar, masih bisa, artinya peluang itu ada. Saya enggak tahu, saya harus kerja keras untuk mencapai itu. Tetapi, probability, peluang itu ada. Gitu aja," pungkasnya.





