IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Cek Saham yang Direkomendasikan

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Selasa (10/2). Sebelumnya, IHSG menguat 1,22 persen ke 8,031 pada perdagangan Senin (9/2).

Analis MNC Sekuritas melihat pergerakan IHSG pada penutupan Senin (9/2) masih berada di atas MA200.

“Kami perkirakan, IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji 8,028-8,102 sekaligus menutup gap-nya, namun waspadai akan adanya peluang koreksi ke 7,785-7,904,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Selasa (10/2).

Analis MNC Sekuritas kemudian merekomendasikan saham ARCI, BBCA, HRUM dan JPFA untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Selasa (10/2).

Sementara itu, Analisis Phintraco Sekuritas melihat IHSG berhasil berbalik menguat pada penutupan perdagangan Senin usai sempat dibuka melemah akibat sentimen negatif dari penurunan outlook atas peringkat beberapa emiten. Penguatan ini disokong salah satunya oleh penguatan indeks bursa Asia.

Selain itu, ada juga sentimen positif dari berlanjutnya penguatan harga emas, perak dan tembaga. Secara teknikal, terjadi penyempitan histogram negatif MACD IHSG dan Stochastic RSI mengindikasikan reversal di area oversold.

“Namun volume cenderung relatif rendah, karena diperkirakan investor masih cenderung wait and see. Sehingga diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 8000-8100,” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Dari sisi fundamental, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat pada level 127 pada Januari 2026 dari level 123,5 pada Desember 2025 (9/2). IKK berhasil menyentuh level tertinggi sejak Januari tahun lalu setelah didorong oleh peningkatan dalam hampir enam sub indeks utama.

Sementara itu, penjualan sepeda motor tumbuh 3,1 persen secara year on year (yoy) mencapai 577.763 unit pada Januari 2026 yang juga merupakan tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Padahal pada Desember lalu penjualan sepeda motor mengalami penurunan tajam sebesar 14,5 persen.

“Investor akan mencermati data retail sales bulan Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 5,5 persen dari 6,3 persen di November 2025,” tulis analis Phintraco Sekuritas.

Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan akan melakukan pertemuan teknis lanjutan dengan MSCI pada Rabu (11/2). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan 2 dan 5 Februari lalu.

“BEI bersama SRO akan mengajukan beberapa inisiatif kepada MSCI seiring dengan 8 rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang ditargetkan selesai pada April mendatang,” tulis analis Phintraco Sekuritas.

Saham-saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Selasa (10/2) di antaranya ANTM, JSMR, MDKA, PWON dan ISAT.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Naik Lebih 1 Persen, Risiko Iran Jadi Sorotan
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
BCA Pilih Jalan yang Berbeda
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Lanjut Ekspansi, MDIY Bakal Buka 270 Toko MR. DIY Tahun Ini
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Berapa Harta Wakil Ketua PN Depok yang Diduga Terima Gratifikasi Rp 2,5 Miliar?
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kabar Baik dari Purbaya, Pemerintah Susun Perpres Hapus Piutang dan Denda BPJS Kelas 3
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.