PM Australia Anthony Albanese "Hancur" Lihat Bentrokan Berdarah Pro-Palestina di Sydney

mediaindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

PERDANA Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan dirinya "hancur" melihat adegan bentrokan kekerasan antara polisi dan pengunjuk rasa di Sydney. Kericuhan tersebut pecah dalam demonstrasi besar menentang kunjungan Presiden Israel, Isaac Herzog, ke negara tersebut.

"Ini adalah adegan yang menurut saya tidak seharusnya terjadi," ujar Albanese kepada media lokal pada Selasa (10/2).

Pernyataan Albanese muncul beberapa jam setelah polisi menangkap 27 orang dalam rapat umum massa di Sydney pada Senin malam. Sebelumnya, penyelenggara aksi gagal dalam upaya hukum di pengadilan untuk membatalkan wewenang polisi yang membatasi hak mereka dalam berdemonstrasi.

Baca juga : Netanyahu Surati Macron dan Albanese, Terkait Rencana Pengakuan Negara Palestina

Albanese tetap teguh pada keputusannya mengundang Isaac Herzog ke Australia pasca-insiden penembakan Bondi yang menewaskan 15 orang, termasuk seorang gadis berusia sepuluh tahun, pada Desember lalu. Ia menilai kunjungan ini akan membantu proses pemulihan komunitas Yahudi, meskipun mendapat penolakan keras dari kelompok pro-Palestina.

Tuduhan Kekerasan Polisi 

Aksi protes yang diikuti sekitar 6.000 orang di luar Balai Kota Sydney tersebut berlangsung mencekam. Rekaman video menunjukkan konfrontasi fisik yang melibatkan aparat. Polisi terlihat memukul pengunjuk rasa hingga menyeret pria Muslim yang sedang beribadah.

Josh Lees dari Palestine Action Group menyebut kekerasan yang terjadi merupakan yang "terburuk" dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kericuhan ini bisa dihindari jika polisi tidak melarang massa untuk melakukan long march.

Baca juga : Australia Kecam Netanyahu atas Ucapan Kasar terhadap PM Albanese

"Kami seharusnya memiliki hak untuk berbaris. Semua ini bisa dihindari jika polisi mengizinkan kelompok tersebut melakukan aksi jalan kaki dari Balai Kota ke Parlemen New South Wales atau Hyde Park," ujar Lees kepada radio ABC.

Pembelaan Pihak Otoritas 

Di sisi lain, Perdana Menteri New South Wales (NSW), Chris Minns, membela tindakan aparat. Ia menyatakan  pihak kepolisian berada dalam "situasi yang mustahil" dan meminta publik tidak menghakimi berdasarkan potongan video pendek tanpa konteks lengkap.

Asisten Komisioner Peter McKenna menambahkan polisi telah "diancam, disikut, dan diserang" selama sejumlah perkelahian yang terjadi. Ia mengklaim jumlah personel polisi kalah jauh dibandingkan pengunjuk rasa yang bertindak kasar.

Kontroversi Kunjungan Isaac Herzog 

Gelombang protes ini dipicu oleh rekam jejak Herzog. Kelompok pro-Palestina merujuk pada laporan komisi PBB tahun lalu yang menyebut Herzog termasuk di antara pemimpin Israel yang dianggap "menghasut dilakukannya genosida" melalui pidatonya.

Herzog sebelumnya pernah menyatakan seluruh bangsa (Palestina) bertanggung jawab atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Namun, Herzog membantah laporan PBB tersebut dan mengklaim kata-katanya telah dipotong dari konteks aslinya.

Saat ini, massa berencana kembali melakukan aksi protes di depan kantor polisi Sydney untuk menuntut pembatalan dakwaan terhadap demonstran dan penyelidikan terhadap petugas yang menggunakan kekerasan fisik. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BEI Beri Sinyal Kode Broker Dibuka Lagi, Transparansi Transaksi Saham Berubah?
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Lansia yang Diintimidasi dan Diusir dari Warung Bakso di Cilincing Bukan Jukir Liar
• 46 menit lalukompas.com
thumb
Bukan Ditutup, Mensesneg Prasetyo Hadi Ungkap Nasib Hotel Sultan Setelah Diambil PPKGBK
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Identitas Penyuplai Sabu ke AKP Malaungi Sudah Dikantongi, Kapolres Bima Kota Ikut Diperiksa Propam
• 21 jam laludisway.id
thumb
Profil Sheriddin Boboev, Winger Baru Andalan PSM
• 6 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.