JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah pria lanjut usia diusir paksa oleh pemilik warung bakso di Cilincing, Jakarta Utara.
Dalam narasi video yang beredar di media sosial, lansia itu dinarasikan sebagai juru parkir (jukir) liar.
"Siapa yang nyuruh?" ucap perekam video kepada lansia itu.
Baca juga: Cekcok di Jalan, Sopir dan Kernet Truk Babak Belur Dipukuli Pemotor
Kemudian ia terus menyuruh lansia tersebut untuk pergi hingga terdengar nada suara yang cukup tinggi.
"Gue bilang lu pergi!" kata perekam video sambil terus menarik tangan si kakek.
Lansia tersebut terlihat berusaha melepas genggaman tanggan si perekam video sambil menjelaskan bahwa ia tidak meminta uang parkir.
"Saya enggak minta, cuma duduk doang," kata kakek tersebut.
Perekam video terus menekan lansia tersebut dengan menanyakan siapa yang menyuruh untuk melakukan parkir liar.
Namun, kakek tersebut masih terus membantah dengan mengatakan tidak ada yang menyuruhnya.
Kepala Satpol PP Cilincing Roslely Tambunan menjelaskan kejadian yang terekam dalam video tersebut.
Baca juga: Eks Timses Jokowi Jadi Saksi Roy Suryo Soal Kasus Ijazah Jokowi
Berdasarkan hasil pengecekan lapangan yang dilakukan Satpol PP, kakek tersebut bukanlah merupakan juru parkir liar.
"Pria (kakek dalam video) tersebut terlihat pernah melakukan parkir sesekali pas lewat saja dan itupun jarang, serta orangnya datang atau langsung pergi begitu saja," kata Roslely saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (10/2/2026).
Lansia bernama Candra Harahap tersebut merupakan pencari rongsokan dan merupakan pensiunan guru yang baru memasuki masa pensiun sekitar tahun 2025.
"Beliau mengaku bahwa SK pensiun miliknya pernah diagunkan sebesar Rp 300 juta dan telah ditipu oleh pihak lain," ujar dia.
Setelah Satpol PP melihat rumah Candra, diketahui profesinya adalah pencari rongsok atau pemulung.
"Keseharian aktivitas sebagai pemulung dengan bukti dapat kita lihat isi di dalam rumahnya berisikan barang bekas. Namun, sesekali membantu parkir kendaraan," tambah dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang